Papua Dukung 'Pesta Panen', Kepala Daerah, Petani, dan PPL Se-Tanah Papua Kompak Kawal Program Pertanian

Pers Pangannews

13 jam yang lalu

news
Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua 2026 yang Mentan Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (11/6/2026). (Foto : Kementan)

Pangannews.id - Semangat mewujudkan ‘Pesta Panen’ di Tanah Papua mendapat dukungan luas dari kepala daerah, petani, kepala dinas, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari seluruh wilayah Papua. Mereka sepakat mengawal berbagai program pertanian pemerintah yang dinilai telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari cetak sawah hingga pengembangan komoditas unggulan yang sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.

Dukungan tersebut mengemuka dalam Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua 2026 yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan dihadiri sekitar 200 peserta dari Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Induk di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (11/6/2026).

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, berbagai informasi mengenai pembangunan di Papua perlu disampaikan secara berimbang karena banyak masyarakat yang menerima dan mendukung program-program pemerintah.

"Secara de facto di Papua memang ada beberapa kelompok masyarakat yang masih menolak pelaksanaan PSN, tetapi banyak juga masyarakat yang menerima pelaksanaan PSN yang dilaksanakan oleh pemerintah. Oleh karena itu, kita mesti memberikan informasi yang berimbang kepada publik," kata Apolo.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawal berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Seluruh program yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat diharapkan dapat berjalan dengan baik.

"Pemerintah provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah punya tugas, punya kewajiban untuk memastikan mengawal semua program-program pemerintah yang tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat harus dapat berjalan dengan lancar dan berhasil," tegasnya.

Senada, Bupati Sarmi Provinsi Papua Induk, Dominggus Catue, mengatakan masyarakat di daerahnya sangat antusias terhadap program pembangunan pertanian yang dijalankan pemerintah. Saatini sudah ada lahan seluas 640 hektare yang disiapkan untuk cetak sawah. Menurutnya, pelaksanaan cetak sawah yang dilakukan telah melalui komunikasi dan kesepakatan bersama dengan masyarakat adat pemilik hak ulayat.

"Pada prinsipnya masyarakat sangat antusias dan ingin juga seperti satu kecamatan yang sudah menghasilkan beras sendiri. Untuk pembukaan lahan yang ada sudah melalui proses tahapan koordinasi dan komunikasi, dan itu atas kesepakatan bersama antara masyarakat adat pemilik hak ulayat dengan pemerintah daerah," ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan petani asal Kecamatan Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Yance Homer. Ia mengatakan program cetak sawah telah membuka peluang baru bagi masyarakat lokal Papua yang sebelumnya mengandalkan kebun tradisional.

"Kami orang Papua dulunya itu berkebun. Tapi karena dengan adanya program cetak sawah, maka kami beralih menjadi petani. Kami sangat mendukung program ini. Harapan kami program ini terus ditingkatkan sehingga kami tidak perlu lagi mencari beras dari jauh," ungkapnya.

Menyambut dukungan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus memperkuat pembangunan pertanian di Papua melalui berbagai program strategis. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk mendukung pengembangan pertanian di Tanah Papua.

"Kita inginkan Papua, Kalimantan, Sumatera dan Jawa mandiri pangan dan mandiri energi ke depan, sehingga inflasi bisa terkontrol. Mulai padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, singkong, kita programkan semua untuk saudara-saudara kita di sana," terang Mentan Amran.

Menurutnya, pemerintah telah mengembangkan cetak sawah seluas 80 ribu hektare pada 2025 dan 2026 yang disertai bantuan mekanisasi pertanian dan alsintan modern. Bahkan, hampir seluruh usulan tambahan yang disampaikan kepala daerah dan petani dalam pertemuan tersebut langsung ditindaklanjuti.

"Tadi minta traktor, minta irigasi, minta cetak sawah. Semua permintaan hari ini hampir 90 persen kami penuhi dan kalau progresnya bagus, 100 persen kami penuhi permintaannya nanti, termasuk kopi, pala, kakao dan seterusnya," ujarnya.

Mentan Amran pun mengajak seluruh elemen di Tanah Papua untuk bersama-sama menghadirkan kesejahteraan melalui peningkatan produksi pertanian. "Alangkah indahnya kalau pesta babi ini kita ubah menjadi pesta panen. Kenapa? Lima triliun ini semua untuk rakyat. Tidak ada BUMN. Jadi kesimpulannya adalah pesta panen saat ini kita jalankan," katanya.

Ia menegaskan semangat tersebut datang dari seluruh wilayah Papua yang hadir bersama petani, kepala dinas, penyuluh, dan kepala daerah.

"Ini seluruh Papua perwakilannya datang sekarang. Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Induk, semua datang. Jadi, pesta babi kecil, sedangkan pesta panen seluruh dari Sabang sampai Merauke, dan kita fokuskan pesta panen di Tanah Papua," pungkasnya.(*/ADV)


Kolom Komentar

You must login to comment...