22 jam yang lalu
Pangannews.id - Suasana Kolam Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, berubah riuh pada Minggu (19/7/2026). Ribuan warga dari berbagai daerah turun ke kolam, saling berebut menangkap dua ton ikan dalam Festival Memet Ikan yang menjadi salah satu agenda peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.
Sejak pagi, anak-anak hingga orang dewasa memadati lokasi sambil membawa serok dan jaring. Begitu aba-aba dimulai, mereka berhamburan ke kolam mengejar ikan bawal, nila, dan lele yang ditebar panitia.
Selain ribuan ikan konsumsi, panitia juga melepas 10 ikan maskot yang menjadi incaran utama. Siapa pun yang berhasil menangkapnya berhak membawa pulang hadiah, mulai dari mesin cuci, kulkas, setrika hingga berbagai hadiah menarik lainnya.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan Festival Memet Ikan telah menjadi agenda tahunan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Klaten sekaligus menjadi sarana mengajak masyarakat membiasakan konsumsi ikan.
"Tahun ini kami membagikan dua ton ikan kepada masyarakat. Selain itu ada ikan maskot yang bisa ditukar dengan berbagai hadiah. Harapannya kegiatan ini menjadi sarana berbagi rezeki, mempererat keguyuban masyarakat, sekaligus mendorong masyarakat gemar makan ikan," katanya.
Salah satu peserta yang beruntung adalah Toni, warga Desa Cawan, Kecamatan Jatinom. Ia berhasil menangkap ikan maskot berupa bawal berpita emas hanya sekitar 10 menit setelah festival dimulai.
Menurut Toni, keberuntungan itu menjadi pengalaman yang paling berkesan setelah empat kali mengikuti Festival Memet Ikan.
"Alhamdulillah baru tahun ini dapat ikan maskot. Serok yang saya pakai sampai patah, tapi akhirnya ikannya berhasil saya tangkap," ujarnya.
Atas keberhasilannya itu, Toni membawa pulang hadiah sebuah mesin cuci. Hadiah tersebut, kata dia, datang pada waktu yang tepat karena mesin cuci di rumahnya sedang rusak.
Tak hanya pemburu ikan maskot, banyak peserta lain juga pulang dengan hasil tangkapan yang cukup banyak.
Ketua panitia Niko Joko Pramono menjelaskan sekitar dua ton ikan yang ditebar merupakan hasil pembibitan selama empat bulan bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jenis ikan yang dilepas terdiri atas bawal, nila, dan lele, dengan jumlah terbanyak adalah ikan bawal.
Menurut Niko, tradisi Memet Ikan telah berlangsung sejak bertahun-tahun sebagai kegiatan tingkat desa sebelum berkembang menjadi agenda resmi kabupaten.
"Memet ikan itu ibarat Lebaran ikan. Tujuannya menghibur masyarakat secara gratis sekaligus mengajak masyarakat mengonsumsi ikan agar kebutuhan gizi keluarga terpenuhi," katanya.
Selain menjadi hiburan rakyat, festival tersebut diharapkan ikut meningkatkan konsumsi ikan masyarakat dan mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Klaten. Bagi warga, tradisi ini bukan sekadar berburu ikan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang selalu dinanti setiap peringatan hari jadi daerah.
Editor : Adi Permana
Minggu, 19 Juli 2026 19:57 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 15:29 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 12:20 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...