Batang Siaga Hadapi Kemarau, Pompa Air Disiapkan di 50 Desa

Pers Pangannews

15 jam yang lalu

news
Petani mananam padi di persawahan Kabupaten Batang. (Foto : dok. Pemkab Batang)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bersiap menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) menyiagakan puluhan pompa air di 50 desa untuk menjaga pasokan air irigasi, terutama di wilayah yang diperkirakan rawan mengalami penurunan debit air.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan peringatan dini terkait potensi kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Diharapkan, kesiapan sarana pengairan dapat meminimalkan dampak terhadap produksi pertanian, terutama menjelang musim tanam ketiga dan keempat.

Sekretaris Dispaperta Batang Syam Manohara mengatakan, pemanfaatan pompa air menjadi strategi utama untuk membantu petani mempertahankan ketersediaan air di lahan pertanian.

"Kami sudah menyiapkan langkah menghadapi musim tanam ketiga, bahkan kemungkinan musim tanam keempat. Salah satunya dengan menyiagakan pompa air di desa-desa yang berpotensi terdampak kekeringan," kata Syam, Senin (20/7/2026).

Ia menyebut, pompa air telah ditempatkan di 50 desa. Selain itu, Dispaperta juga memiliki pompa cadangan yang disimpan di gudang dan siap didistribusikan apabila ada wilayah yang mengalami kekurangan air.

Dispaperta memetakan tujuh kecamatan sebagai daerah yang paling rentan terdampak kekeringan, yakni Pecalungan, Reban, Tersono, Bawang, Wonotunggal, Bandar, dan Blado. Sebagian besar wilayah tersebut merupakan kawasan perbukitan dan lahan tadah hujan yang bergantung pada curah hujan.

Selain menyiapkan sarana pengairan, pemerintah juga meminta petani tidak memaksakan masa tanam apabila pasokan air belum mencukupi. Penyaluran bantuan benih dari APBD pun akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tidak berisiko gagal tanam.

"Kalau lahannya masih kering, bantuan benih akan ditunda sampai kondisi air memungkinkan atau kebutuhan air bisa dipenuhi melalui pompa," ujar Syam.

Meski kewaspadaan ditingkatkan, kondisi pertanian di Kabupaten Batang hingga saat ini masih relatif aman.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperta Batang Rini Diana Anggriani mengatakan, luas tanam padi pada Juni 2026 mencapai 4.390 hektare dan belum ada laporan kekeringan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Menurut Rini, kondisi tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah memperbaiki jaringan irigasi tersier dan membangun sarana konservasi air di sejumlah wilayah. Infrastruktur itu dinilai membantu menjaga ketersediaan air di tengah mulai berkurangnya curah hujan.

"Kami terus memantau kondisi di lapangan. Petani juga diminta segera berkoordinasi dengan penyuluh apabila mulai mengalami kesulitan air agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat," katanya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...