4 jam yang lalu
Pangannews.id - Kenaikan harga daging ayam ras mulai menjadi perhatian di sejumlah daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga komoditas tersebut meningkat di 188 kabupaten/kota, meski rata-rata nasional masih berada sedikit di bawah harga acuan penjualan (HAP) konsumen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan harga rata-rata daging ayam ras secara nasional saat ini sekitar Rp39.712 per kilogram, atau masih di bawah HAP konsumen yang ditetapkan Rp40.000 per kilogram.
Namun, posisi tersebut dinilai perlu diwaspadai karena laju kenaikan harga di sejumlah wilayah cukup tinggi. Jika tidak segera dikendalikan, harga ayam berpotensi menembus batas acuan.
“Ini mungkin perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan, tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah yang dipantau secara daring dari Jakarta, Senin (10/8/2026).
Tekanan harga terlihat lebih jelas di sejumlah daerah. Kabupaten Bangka Selatan, misalnya, mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras sebesar 34,58 persen. Meski kenaikannya tinggi, harga ayam di daerah tersebut masih sekitar 3 persen di bawah HAP, yakni Rp38.800 per kilogram.
Kondisi berbeda terjadi di Kota Binjai. Kenaikan IPH daging ayam mencapai 29,78 persen dan harganya sudah sekitar 5 persen di atas HAP, yakni Rp42.000 per kilogram.
Kenaikan lebih tinggi tercatat di Kabupaten Kepahiang. IPH daging ayam ras di daerah tersebut meningkat 21,34 persen, sementara harganya mencapai Rp48.000 per kilogram atau sekitar 20 persen di atas HAP.
Menurut Amalia, kenaikan harga di daerah tidak memiliki penyebab yang sama. Faktor pasokan dan permintaan sama-sama berperan, tergantung kondisi masing-masing wilayah.
Di Bangka Selatan, misalnya, harga ayam terdorong naik setelah masyarakat beralih mengonsumsi ayam sebagai pengganti ikan. Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi membatasi aktivitas nelayan sehingga pasokan ikan berkurang.
Sementara di Kota Binjai, peningkatan permintaan terjadi setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali beroperasi usai libur sekolah. Bertambahnya kebutuhan pasar kemudian ikut mendorong harga daging ayam.
Adapun di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, persoalannya lebih banyak berada di sisi pasokan. Stok daging ayam ras di pasar terbatas ketika permintaan justru meningkat.
Amalia meminta pemerintah daerah memperhatikan kondisi tersebut sebelum kenaikan harga semakin meluas. Menurut dia, pengendalian tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama karena penyebab kenaikan di setiap daerah berbeda.
“Ini catatan untuk mengendalikan harga. Karena di sebagian kota dan kabupaten memang ada keterbatasan pasokan dan juga di beberapa tempat memang sisi permintaannya sedang meningkat,” pungkasnya.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 08 Agustus 2026 13:55 WIB
Jumat, 31 Juli 2026 13:43 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...