16 jam yang lalu
Pangannews.id - Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mengunjungi Kampung Domande, Distrik Malind, yang berada di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Iftitah meresmikan hunian baru bagi transmigran lokal.
Hunian tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang layak sekaligus mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Iftitah mengatakan, konsep transmigrasi saat ini tidak lagi sebatas memindahkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain. Pengembangan potensi ekonomi dan sumber daya lokal menjadi bagian penting sebelum penempatan masyarakat dilakukan.
"Jika dulu adalah pindahkan saja dulu penduduknya baru lihat potensi ekonominya, namun transmigrasi hari ini adalah lihat dulu potensi ekonominya apa baru lakukan penempatan penduduknya," ujar Iftitah.
Dalam kunjungan itu, Iftitah juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan potensi yang ada di kawasan transmigrasi.
Menurut dia, sumber daya di sekitar kawasan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, membuka peluang usaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Saya juga menugaskan Tim Ekspedisi Patriot untuk meningkatkan kualitas masyarakat dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang nantinya akan menghasilkan kepercayaan diri mereka bahwa mereka bisa meningkatkan kualitas kehidupannya," katanya.
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) kemudian didorong untuk berkolaborasi langsung dengan masyarakat dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi di kawasan transmigrasi sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Salah satu upaya yang dilakukan TEP 14 dari IPB University adalah mengembangkan diversifikasi produk olahan ikan bersama masyarakat dan kelompok UMKM YANBUI di Distrik Malind.
Ketua TEP 14 IPB University, Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi, mengatakan sebagian besar hasil tangkapan nelayan selama ini dipasarkan sebagai sumber pendapatan.
Namun, ikan yang belum terserap pasar masih dapat dimanfaatkan melalui pengolahan menjadi produk bernilai ekonomi.
TEP 14 memberikan pelatihan kepada UMKM YANBUI untuk mengolah ikan menjadi sejumlah produk, di antaranya abon ikan, nugget ikan, dan sambal ikan.
Pelatihan tersebut ditujukan agar masyarakat memiliki keterampilan dalam mengolah hasil perikanan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk.
Pengolahan ikan juga diharapkan dapat mengurangi potensi limbah dan membuka peluang usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain pelatihan pengolahan, TEP 14 juga melakukan pendampingan dalam pembuatan IRT agar produk olahan tersebut dapat dipasarkan sebagai produk khas atau oleh-oleh dari Merauke.
TEP 14 IPB University menjalankan pendampingan masyarakat di kawasan Salor, Merauke, Papua Selatan, mulai dari sektor hulu hingga hilir, khususnya di bidang perikanan tangkap dan diversifikasi produk olahan ikan.(*/ADV)
Senin, 31 Agustus 2026 19:33 WIB
Jumat, 28 Agustus 2026 13:16 WIB
Jumat, 28 Agustus 2026 12:48 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...