Jaga Harga di Tengah El Nino, Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP

Pers Pangannews

2 jam yang lalu

news
Ilustrasi stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pangannews.id - Pemerintah menambah pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton untuk mengantisipasi kenaikan harga beras di tengah musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan tambahan beras SPHP medium itu akan disalurkan secara bertahap pada Oktober, November, dan Desember 2026.

"Kita tambah lagi tadi 1 juta (ton beras SPHP), 1 juta ton SPHP medium. Jadi beras yang disubsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya Rp12.500 per kilogram," kata Zulhas seusai Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kemenko Pangan Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Zulhas, kemarau tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya karena hampir tidak ada hujan. Kondisi itu membuat banyak petani tidak bisa menanam padi pada periode gadu atau paceklik.

Berkurangnya kegiatan tanam tersebut kemudian berdampak pada pasokan beras dari petani. Harga beras di sejumlah daerah pun mulai naik akibat kondisi permintaan dan penawaran, meskipun kenaikannya masih berkisar Rp100 hingga Rp200 per kilogram.

Untuk mengantisipasi tekanan harga tersebut, pemerintah memilih memperbesar pasokan beras SPHP yang masuk ke pasar. Dengan begitu, ketersediaan beras bersubsidi diharapkan dapat tetap terjaga selama periode paceklik.

Alokasi SPHP medium sebelumnya ditetapkan sebanyak 828 ribu ton sepanjang 2026. Namun, setelah disalurkan kepada masyarakat, stoknya kini hanya tersisa sekitar 80 ribu ton.

Tambahan 1 juta ton tersebut nantinya disalurkan secara bertahap selama tiga bulan terakhir 2026. Harga beras SPHP mengikuti ketentuan berdasarkan zonasi.

Di zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi, HET ditetapkan Rp12.500 per kilogram. Zona 2 yang mencakup Sumatra selain Lampung dan Sumatra Selatan, NTT, serta Kalimantan dipatok Rp13.100 per kilogram.

Sementara itu, harga untuk zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua ditetapkan Rp13.500 per kilogram.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebutuhan tambahan pasokan juga berkaitan dengan stok SPHP yang tersisa di gudang Bulog. Saat ini, stok tersebut sekitar 100 ribu ton.

Bulog sebelumnya mengusulkan tambahan sekitar 400 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan September hingga Desember, termasuk menghadapi hari besar keagamaan. Namun, usulan tersebut akhirnya ditingkatkan pemerintah menjadi 1 juta ton.

"Nah, kami ajukan lebih kurang 400 ribu ton, malah didukung oleh pemerintah 1 juta ton. Ini luar biasa support dari pemerintah kepada Bulog dan untuk rakyat perhatian luar biasa. Nah, jadi totalnya 1 juta ton ke depan," kata Rizal.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...