7 jam yang lalu
Pangannews.id - Untuk menekan harga pasar, pemerintah akan melakukan hilirisasi sekitar 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu menjadi tepung,
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, beras dengan mutu yang menurun dapat dimanfaatkan kembali dengan cara diolah menjadi tepung oleh industri pengolahan.
"Itu (stok beras) yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung, itu (stok beras turun mutu) untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun," kata Zulhas di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut telah diputuskan dalam rapat koordinasi pemerintah sebagai bagian dari penguatan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini, stok beras pemerintah berada pada level lebih dari 5 juta ton.
Melimpahnya stok beras Perum Bulog membuat sebagian beras mengalami penurunan mutu. Pemerintah kemudian menyiapkan skema pemanfaatan beras tersebut melalui hilirisasi ke industri tepung.
Sekitar 380 ribu ton beras dengan mutu menurun diperkirakan dapat dilelang kepada industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram.
"Tentu ada (beras) yang kurang mutu. Nah, yang kurang mutu itu kira-kira 380 ribu ton. Ini boleh dilelang minimal harganya Rp11.000 per kg. Dilelang untuk dijadikan tepung," ujar Zulhas.
Harga tersebut hanya terpaut sekitar Rp1.000 per kilogram dari harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat sebesar Rp12.500 per kilogram.
Beras hasil lelang selanjutnya akan diolah menjadi tepung oleh industri. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menambah pasokan bahan baku tepung sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.
Editor : Adi Permana
Senin, 07 September 2026 17:54 WIB
Senin, 07 September 2026 15:10 WIB
Rabu, 02 September 2026 10:20 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...