Mendag Buka Alasan Belum Setujui Distribusi MinyaKita 100 Persen Lewat Bulog

Pers Pangannews

4 jam yang lalu

news
MinyaKita, minyak goreng bersubsidi.

Pangannews.id - Distribusi MinyaKita melalui Perum Bulog saat ini belum sepenuhnya mencapai 100 persen. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut porsi yang diwajibkan berada di angka 35 persen, sedangkan realisasinya sudah mencapai sekitar 51 persen.

"Selama ini kan 35 persen, terus realisasinya kan sudah mencapai 50-an, 51 persen. Jadi sementara memang belum 100 persen," kata Budi.

Menurutnya, pemerintah masih melihat pelaksanaan distribusi MinyaKita sebelum mengambil keputusan mengenai usulan peningkatan porsi penyaluran melalui Bulog menjadi 100 persen.

Pertimbangan tersebut salah satunya berkaitan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta distributor lain yang selama ini ikut menyalurkan MinyaKita.

"Karena juga banyak UMKM, distributor yang lain itu menjadi distributor MinyaKita. Jadi kan harus bareng-bareng, tapi kita komunikasi terus," ujarnya.

Budi mengatakan distribusi MinyaKita saat ini berjalan dengan melibatkan UMKM, Bulog, dan ID FOOD. Ia menilai pola tersebut sejauh ini tidak menimbulkan persoalan.

Karena itu, pemerintah tetap perlu memberikan kesempatan kepada UMKM untuk mengambil bagian dalam distribusi MinyaKita.

"Sekarang masih UMKM yang berbarengan juga dengan Bulog, dengan ID FOOD, tapi kan enggak ada masalah selama ini. Jadi kita juga harus kasih kesempatan kepada UMKM yang lain," kata Budi.

Usulan agar porsi distribusi MinyaKita melalui Bulog dinaikkan menjadi 100 persen sebelumnya disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani kepada Menteri Perdagangan secara tertulis.

Rizal mengatakan usulan tersebut diajukan sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Peningkatan porsi penyaluran melalui BUMN pangan itu diusulkan untuk memperkuat ketersediaan MinyaKita di pasar.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...