Kutai Timur Jadi Sentra Pisang Kepok Terbesar di Kaltim

Pers Pangannews

12 jam yang lalu

news
Produksi pisang kepok di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 129.386 ton dari total luas panen 3.085 hektare.

Pangannews.id - Produksi pisang kepok di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 129.386 ton dari total luas panen 3.085 hektare. Komoditas tersebut menjadi salah satu tumpuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi masyarakat tani di daerah.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan mengatakan capaian tersebut ditopang sejumlah daerah sentra produksi, dengan Kabupaten Kutai Timur menjadi penyumbang terbesar.

Kutai Timur mencatat luas panen 1.159 hektare dengan produksi mencapai 94.662 ton. Sementara Kabupaten Paser menyusul dengan luas panen 727 hektare dan produksi 10.623 ton.

"Kabupaten Paser juga memberikan kontribusi signifikan dengan luas panen 727 hektare serta total volume produksi mencapai 10.623 ton," ujar Fahmi, Kamis (8/10/2026).

Daerah lainnya, Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki luas panen 515 hektare dengan produksi 9.334 ton. Kota Balikpapan mencatat luas panen 355 hektare, sedangkan Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki area panen 149 hektare.

Fahmi mengatakan pengembangan pisang kepok grecek terus didorong melalui bantuan bibit unggul dan penerapan pemupukan berimbang. Pengendalian hama dan penyakit juga menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas tanaman.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyakit layu pisang. DPTPH Kaltim mengawal penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu untuk menekan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tersebut.

Upaya itu membuat persentase serangan penyakit layu pisang dapat ditekan hingga lima persen.

"Fasilitasi bantuan sarana prasarana serta pelatihan budidaya berkelanjutan disalurkan secara merata ke seluruh sentra produksi daerah," kata Fahmi.

Penguatan produksi juga dilakukan setelah masa panen. Pemerintah Provinsi Kaltim membangun sarana infrastruktur pascapanen berupa bangsal pengolahan di wilayah Kutai Timur dan Paser.

Di sisi lain, kelembagaan kelompok tani dan regenerasi petani milenial terus diperkuat untuk meningkatkan nilai tambah pisang kepok.

Fahmi optimistis produksi pisang kepok Kaltim dapat terus berkembang hingga menembus pasar ekspor dan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Editor : Adi Permana

 


Kolom Komentar

You must login to comment...