Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo Apresiasi Mentan Amran Bongkar Mafia Beras

Bagikan
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo.
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo.

Pangannews.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, mengapresiasi langkah Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman yang membongkar praktik pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium.


Ia juga mengacungkan jempol atas keberanian Amran mencopot puluhan pejabatbya hingga membuka nomor pengaduan bagi masyarakat yang menemukan atau mengetahui praktik kecurangan tersebut.

Menurut Firman, keterbukaan Mentan Amran dalam menerima laporan masyarakat merupakan langkah penting untuk mengungkap praktik pengoplosan beras hingga ke akar-akarnya.

“Partisipasi publik diperlukan agar praktik curang yang merugikan konsumen tidak terus berulang,” katanya.

“Kasus beras oplosan memang harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Sudah betul Pak Mentan membagikan nomor aduan. Ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan praktik kecurangan,” tambahnya.

Firman menegaskan, praktik pengoplosan beras SPHP merupakan tindakan yang sangat merugikan masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah yang menjadi sasaran utama program tersebut.

Ia bahkan menyebut para pelaku pengoplosan sebagai pihak yang tidak memiliki nurani karena tega mempermainkan kebutuhan pokok masyarakat demi keuntungan pribadi.

“Pelaku pengoplos memang biadab. Harus dihukum seberat-beratnya. Jangan sampai praktik oplos ini meluas dan merugikan ekonomi masyarakat kita,” katanya.

Firman menjelaskan, beras SPHP merupakan bagian dari program intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras sekaligus memastikan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses terhadap beras dengan harga terjangkau.

Karena itu, penyalahgunaan beras SPHP dengan mengemas ulang atau mengoplosnya menjadi beras premium merupakan tindakan yang mencederai tujuan program pemerintah.

“Negara sudah hadir untuk masyarakat, tetapi ada beberapa pelaku nakal yang sengaja mempermainkan ini. Sekali lagi, ini biadab,” tegasnya.

Ia berharap pengungkapan kasus tersebut tidak berhenti pada pelaku yang sudah ditemukan.

Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu menelusuri seluruh rantai distribusi, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik manipulasi beras.

Firman juga mengajak masyarakat memanfaatkan saluran pengaduan yang telah dibuka Kementerian Pertanian agar pengawasan terhadap distribusi beras semakin kuat.

“Jangan biarkan hak masyarakat kecil dipermainkan. Setiap laporan harus ditindaklanjuti dan siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.(*/ADV)

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal