Pangannews.id - Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus merangkak naik dalam dua bulan terakhir. Kenaikan yang dipicu menipisnya stok di pasaran tersebut kini membuat harga kedelai mencapai Rp11.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp10.000 per kilogram.
Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf mengatakan kenaikan berlangsung secara bertahap. Kondisi pasokan yang belum stabil juga memunculkan kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan baku bagi perajin tahu dan tempe.
"Kenaikan harga jual terpantau sejak dua bulan terakhir, dengan kenaikan secara bertahap dari sebelumnya Rp10.000/kg naik bertahap hingga pekan ini menjadi Rp11.500/kg," kata Amar, dikutip dari Antara, Sabtu (31/10/2026).
Menurut dia, kenaikan harga kedelai impor dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari penguatan dolar terhadap rupiah hingga kenaikan indeks harga. Kemungkinan penurunan produksi di negara asal juga dinilai dapat mempersempit pasokan dan mendorong kenaikan harga.
Amar menyebut pihaknya mendapat informasi dari pemasok besar di Semarang bahwa persediaan kedelai mulai berkurang, sementara tambahan pasokan belum tersedia. Kondisi tersebut membuat harga diperkirakan masih berpotensi naik.
Persediaan kedelai di gudang Primkopti Kudus saat ini hanya sekitar 40 ton. Jumlah tersebut diperkirakan hanya cukup memenuhi kebutuhan perajin tahu dan tempe selama dua hingga tiga hari.
Sementara itu, rata-rata permintaan kedelai mencapai 20 ton per hari. Jika pasokan baru tidak datang dalam waktu dekat, perajin perlu mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi.
"Rata-rata permintaan sekitar 20 ton per hari. Sehingga jika melewati dua hari belum ada pasokan tambahan, tentu pengrajin juga membutuhkan alternatif pasokan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan, Amar berencana mencari kedelai lokal dari Kabupaten Purwodadi yang dalam waktu dekat memasuki masa panen.
Di sisi lain, Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sonhaji mengatakan harga kedelai impor memang kerap mengalami fluktuasi.
Ia juga menerima informasi mengenai berkurangnya stok kedelai impor. Namun, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi persediaan di lapangan.
Berdasarkan pemantauan harga di pasar tradisional pada Jumat (30/10/2026), kedelai impor dijual Rp11.500 per kilogram. Adapun kedelai lokal memiliki harga lebih tinggi, yakni Rp15.000 per kilogram.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.