Keteladanan itu Sederhana

Pers Pangannews

Minggu, 24 Mei 2026 18:31 WIB

news
Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Dadan Hindayana.

Pangannews.id - Mengenal dekat sosoknya belum terlalu lama, tapi dari beberapa kali interaksi dan kegiatan bersama, sudah membuat terkaget dan sedikit tidak percaya. Gambaran pejabat pada umumnya, tak nampak.

Keterkejutan pertama kali, saat beliau pernah datang ke lokasi calon SPPG yang dibawah naungan kami, tanpa memberitahu dan rasanya tidak ada yang istimewa, untuk mendapat kunjungan kehormatan sekelas beliau.

Sempat saya tidak percaya saat satpam memberi tahu beliau datang, saya pikir ini Pak Satpam pasti salah, karena kenal juga mungkin tidak, pasti salah orang yang dimaksud. Tapi ternyata betul, beliau yang datang. Beliau juga awalnya tidak tahu itu bangunan miliknya siapa.

Tapi disinilah titik awal kedekatan dalam hal komunikasi dan sharing untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) lebih baik kedepannya. Temuan, masukan dan harapan dari level bawah, baik para Penerima Manfaat (PM), para kader posyandu, para supplier, para mitra sampai para relawan tersampaikan dengan baik, dan ditengah kesibukan beliau selalu menyempatkan menjawab dan/atau memberi tanggapan.

Beliau pun memberikan kepercayaan pada kami untuk membuat SPPG khusus Posyandu, yang menurut beliau pertama di Indonesia bahkan internasional. Karena tentu menu dan nilai gizi untuk 3B (Bumil, Busui dan Balita), harus banyak penyesuaian, agar tepat sasaran.

Beliau menyampaikan: "Penunjukan ini sangat tepat, karena SPPG nya dipegang oleh orang yang bidang keahliannya tepat." 

Hal ini tentu menjadi pemicu dan pemicu untuk kami terus belajar, menganalisis dan bertumbuh menjadi lebih baik lagi.

Sejak itu banyak tamu dan kolega yang dikirim beliau untuk berdiskusi untuk pengembangan SPPG, terutama yang terkait Posyandu. Dimana beliau sangat concern, agar salah satu tujuan program ini untuk mencegah dan menurunkan angka stunting tercapai.

Kunjungan berikutnya beliau, bikin saya lebih terkaget dan bengong, beliau datang ke kantor kami dengan kendaraan operasional sederhana (menurut saya untuk ukuran pejabat), dan menyetir sendiri. Lalu saat saya tegur beliau berseloroh: "Ya emang salah nyetir sendiri?" hehe tentu tidak salah, tapi tidak lumrah.

Tetapi saat ingin sedikit menulis tentang kesederhanaan dan kebaikan beliau, dibalik berbagai berita yang ada, memunculkan kekhawatiran, mungkin orang akan berpikir saya keliru, cari muka atau mungkin mengada-ada dan berlebihan. Tapi keteladanan baik itu harus disebarkan, agar menjadi inspirasi untuk yang lainnya.

Sampai tiba beberapa hari lalu, rasanya saya sudah tidak tahan untuk tidak menuliskannya (ditulis tidak lebih dari 15 menit, menanti bus menuju Mina).

Dorongan kuat menulis, saat di bandara dibuat lebih terkaget lagi, bertemu dengan beliau yang sudah berpakaian ihrom lengkap, berada di lautan jemaah haji reguler, tanpa pendampingan dan fasilitas yang berbeda dengan jemaah lain.

Saya pun langsung menegur beliau dan masih dalam kekagetan tentu mengucap syukur, beliau akhirnya berangkat haji. Karena sebenarnya beberapa bulan sebelumnya saya sudah tahu beliau ada di list keberangkatan haji reguler, dan sempat konfirmasi juga apakah beliau akan berangkat.

Tentu saja beliau pun belum bisa memastikan, karena sebagai pejabat negara akan sangat tergantung dengan kondisi yang ada.

Luar biasanya beliau benar-benar ingin menikmati perjalanan yang sudah ditunggunya selama 12 tahun, dengan situasi dan kondisi sama dengan haji reguler lainnya. Tentu ini menjadi teladan yang tidak biasa, yang semoga menjadi catatan kebaikan untuk beliau.

Pada dasarnya setiap kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Punya peran baik masing-masing, dan juga tidak akan luput dari khilaf. Setiap kebaikan harus diapresiasi dan menjadi semangat untuk dicontoh. Apalagi jika dilakukan public figure, karena dampaknya akan lebih besar.

Masih sedikit gak yakin beliau akan tetap bersama. Tetapi saat dinihari sampai di Mekkah, saya masih melihat beliau turun dari bus yang sama dengan bus jemaah umum lainnya, masha Alloh, semoga beliau dalam penjagaan-Nya. Beliau senantiasa dalam lindungan-Nya, menjadi pemimpin yang amanah dan membawa BGN semakin lebih baik dan menebar lebih banyak kebermanfaatan.

Beliau adalah Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Dadan Hindayana.

Mekkah, 7 Dzulhijjah 1447 H
Rinrin Jamrianti


Kolom Komentar

You must login to comment...