Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Paprika asal Batang Tembus Pasar Singapura

Bagikan
Sekda bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berkesempatan melakukan panen tanaman paprika di Desa Candi. (jatengprov.go.id)
Sekda bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berkesempatan melakukan panen tanaman paprika di Desa Candi. (jatengprov.go.id)

PanganNews.id, Batang - Sekretaris Kabupaten Batang Nasikhin berkesempatan memanen paprika milik Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Peni Murni di Desa Deles, Kecamatan Bawang, Selasa 9 Mei 2023 lalu.

Sekretaris Kabupaten Batang, Nasikhin, dalam acara petik paprika mengatakan, pemerintah sangat berterima kasih kepada para petani yang telah rajin bertani sehingga menghasilkan produktivitas yang luar biasa seperti paprika.

Tidak semua petani bisa membudidayakan tanaman ini karena membutuhkan ketekunan ekstra dan pengetahuan khusus untuk mencapai hasil yang baik dan melimpah. Sehingga paprika yang dihasilkan memiliki kualitas ekspor yang akan dibawa ke Bandung untuk kemudian diekspor ke Singapura," kata Nasikhin, saat sahabat PanganNews.id melansir dari halaman jatengprov.go.id, Minggu 14 Mei 2023.

Selain itu menurut Nasikhin, Ini luar biasa karena tidak hanya menguntungkan petani tetapi juga mengangkat profil Kabupaten Batang sebagai penghasil pertanian.

Untuk para petani di Kabupaten Batang bisa belajar dan belajar di Kelompok Tani Peni Murni yang telah mencapai hasil pertanian berkualitas ekspor.  Hal ini akan mendorong pendekatan pertanian yang serius, tidak hanya mengandalkan praktik pertanian warisan tetapi juga mengadopsi metode pertanian modern dan memperluas ke agribisnis pertanian," harapnya.

Karena Batang adalah basis pertanian, lebih lanjut Nasikhin berharap, generasi muda sebagai penerus masa depan dapat meniru dan belajar tentang pertanian dari Kelompok Tani Peni Murni yang dipimpin oleh Nurkholis, seorang petani muda yang luar biasa.

Pemerintah Kabupaten Batang mendukung penuh pertanian dengan memberikan bantuan seperti pelatihan bagi petani, modernisasi alat pertanian, dan pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk proyek pengairan dan bantuan pemupukan melalui Dinas Pangan dan Pertanian," paparnya.

Sementara itu Nurkholis, Ketua Kelompok Tani Peni Murni, menyebutkan kelompoknya sudah beberapa kali mengekspor produk pertanian seperti cabai dan kacang hijau, dikirim ke Soropadan dan selanjutnya diekspor ke Singapura.  Namun, karena permintaan varietas kacang hijau lain yang tidak dapat dibudidayakan di daerah tersebut, mereka tidak dapat mengekspornya lagi.

Saat ini kami hanya bisa mengekspor cabai sekitar 300 kg hingga 800 kg per minggu melalui Bandung," jelas Nurkholis.

Permintaan cabai kualitas ekspor luar biasa tinggi, namun Kelompok Tani Peni Murni saat ini hanya bisa mengekspor 8 hingga 10 ton. Karena tidak semua petani bisa membudidayakan tanaman lada, maka terbuka lebar pasarnya. Saya pribadi punya 2.000 tanaman cabai siap ekspor, dengan harga berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000," tambah Nurkholis.

Migayani Thamrin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengatakan, “Kelompok Tani Peni Murni sudah beberapa kali melakukan ekspor ke Bandung, dan kualitas paprika di Batang sangat baik. Pencapaian ini tidak lepas dari pembinaan yang diberikan oleh Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berkesempatan melakukan panen tanaman paprika di Desa Candi Gugur Kecamatan Bawang. Tanaman paprika ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan pasar. (Nick)

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal