PanganNews.id, Jakata - Perum Bulog menyebut bahwa beras impor ke gudang meningkat 52.000 ton dari sebelumnya 80.000 ton.
Artinya, 132.000 ton beras impor masuk ke gudang Bulog.
"(Beras impor) sudah masuk gudang 132.000 ton. (Bertambah 52.000 ton) sudah masuk gudang Bulog," kata Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal melansir detikcom, Minggu 14 Mei 2023.
Beras impor tersebut didatangkan dari empat negara yaitu Thailand, Vietnam, Pakistan dan India. Beras impor dalam perjalanan juga meningkat 290.000 ton dari sebelumnya 270.000 ton, tambah Iqbal.
“Ya sudah bergerak dan Bulog juga sudah kontrak 500.000 ton dari empat negara ini,” lanjutnya.
Selain itu menurutnya, kebijakan Pemerintah untuk mengimpor beras melalui Perum Bulog semakin memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan beras komersil di gudang Bulog. Adapun total beras di gudang Bulog sendiri sampai hari ini 420.000 ton.
"Bulog menjamin kebutuhan beras yang tersimpan saat ini di gudang-gudang kami dan akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga pangan tersebut," jelasnya.
Sebagai informasi, Perum Bulog telah mendapatkan penugasan untuk mengimpor beras lagi tahun ini. Adapun total penugasan itu sebanyak 2 juta ton beras impor.
Namun, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi pernah menegaskan, kedatangan beras impor itu tidak akan sekaligus mengingat saat ini tengah masa panen raya.
"Izin impor (beras) sudah dikantongi oleh Bulog, tetapi Bulog ini mendatangkannya tidak langsung sekaligus. Jadi kita ini harus juga berempati bahwa kondisi hari ini kan kita sedang panen," kata Arief di Kanwil Perum Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (6/4/2023).
Untuk tahap pertama impor beras dilakukan Bulog sebanyak 500.000 ton. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pernah mengatakan impor tersebut dibutuhkan untuk penyaluran bantuan sosial beras selama 3 bulan.
Impor juga dilakukan karena pasokan beras di gudang Bulog tidak mencukupi. Oleh karena itu, dibutuhkan dana asing untuk melaksanakan tugas bansos beras yang diberikan oleh pemerintah.
“Tugas mendistribusikan bansos, kami tidak punya amunisi. Kita bekerja keras, untuk mempercepat. Memang perlu redistribusi Pak, agar bansos membawa manfaat 500.000 ton impor,” ujarnya Senin (4 Maret 2023). dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI. (Nick)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.