PanganNews.id, Bogor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak ingin penyakit kuku dan mulut (PMK) kembali mengancam hewan kurban pada lebaran Idul Adha 1444.
Pasalnya, tak sedikit hewan kurban pada lebaran Idul adha 1443 atau tahun lalu yang terjangkit bahkan mati karena penyakit PMK.
Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyebut bahwa virus PMK mengalami kebaikan pada lebaran Idul adha tahun lalu.
Sehingga, ia mewanti-wani agar tren PMK tidak naik lagi jelang lebaran Idul adha 1444.
"Karena masalah penyakit kita tidak tahu tren nya, naik atau tidak," kata Iwan, Jumat 26 Mei 2023.
Ia menyebut bakal menurunkan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor untuk memastikan sedari dini tidak adanya hewan kurban yang terjangkit PMK.
"Dan mungkin penyakit kuku dan mulut nanti kita akan rapatkan lagi dan pasar sebagai tempat suplay hewan ternak itu kita akan (periksa), nanti peraturan menteri juga akan turun bagaimana membuat keseragaman, standar operasi hewan yang dijual," kata Iwan, Jumat 26 Mei 2023.
Rencananya, Pemkab Bogor akan turun mengecek dan memastikan tidak adanya hewan ternak yang terjangkit PMK pada 2 minggu sebelum lebaran Idul adha.
"Karena kalau sapi ini dua minggu sebelum hari H (Idul adha) udah mulai masuk, dan pasar kaget juga kita akan buat standar operasionalnya," papar dia. (Egi)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.