Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Bawang Merah Varietas Tajuk, Cocok Ditanam Dimusim Hujan Dan Kemarau

Bagikan
Bawang Merah Varietas Tajuk. (Foto :  Ircham Riyadi)
Bawang Merah Varietas Tajuk. (Foto : Ircham Riyadi)

PanganNews.id Jakarta - Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan komoditi hortikultura strategis di Indonesia. Sebagai komoditas hortikultura, bawang merah memiliki arti penting bagi Indonesia karena merupakan bahan baku pangan dan industri. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, maka kebutuhan bawang merah akan terus meningkat.

Menurut Dr Awang Maharijaya, titik kritis yang mempengaruhi kegiatan agribisnis bawang merah adalah penyediaan varietas unggul dan benih bermutu dari varietas unggul tersebut. Diperlukan teknik produksi yang lebih ramah lingkungan melalui pembenah tanah, irigasi dan pengendalian hama dan penyakit, serta penanganan pasca panen yang sesuai.

“Saat ini produktivitas bawang merah nasional hanya sekitar 9.8 ton per hektar. Kondisi tersebut menyebabkan bisnis bawang tidak lagi terlalu menggiurkan bagi petani dikarenakan hasil yang tidak tinggi, padahal risiko kegagalan sangat tinggi,” ujar Dr Awang 

Selain dari produktivitas, lanjutnya, masalah utamanya adalah terlalu bergantungnya pasokan bawang merah nasional dari Jawa Tengah (Brebes dan sekitarnya). Hal ini mengakibatkan sering terjadi kelangkaan bawang pada periode tertentu yang menyebabkan fluktuasi harga bawang merah. Oleh karena itu perlu diperkuat sentra-sentra baru yang mampu berproduksi, terutama di luar musim panen di daerah Brebes dan sekitarnya untuk meningkatkan stabilitas produksi.

Kebetulan kami juga diminta membantu Kementerian Pertanian untuk menyusun roadmap pengembangan bawang merah di Indonesia. Salah satu program pengembangan bawang merah di Indonesia pada waktu itu adalah menyebar sentra produksi termasuk di luar pulau Jawa untuk mengurangi ketergantungan yang terlalu tinggi (sekitar 89 persen) dari wilayah Pantai Utara (Pantura)," jelasnya.

Pada saat pengembangan ini terlihat banyak daerah yang sangat strategis untuk mengembangkan bawang merah, namun sayangnya belum ada varietas terdaftar yang cocok dikembangkan di daerah-daerah baru tersebut, imbuhnya.

Oleh karena itu, kami melakukan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura, pemerintah daerah dan para petani, untuk melakukan eksplorasi. Tim kemudian melakukan seleksi terhadap koleksi-koleksi hasil eksplorasi yang berpotensi untuk dapat dikembangkan di wilayah tertentu, yang tentunya juga disesuaikan dengan potensi pasar setempat.

Varietas bawang merah Tajuk memiliki keunggulan berdaptasi dengan baik pada musim kemarau dan tahan terhadap musim hujan, memiliki aroma yang sangat tajam, cocok untuk bahan baku bawang goreng. 

Kontributor : Ircham Riyadi

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal