PanganNews, Tangerang - Capaian yang membanggakan di sektor pertanian Indonesia kini diukir oleh seorang santri di pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Kota Tangerang, Darrel Haidar.
Pasalnya, Darrel berhasil menyabet juara tiga di ajang International Youth Robot Competition (IYRC) Malaysia 2023 yang digelar bulan lalu. Berkat prestasinya ini, dia berhak atas medali perunggu.
Dalam pengalamannya yang pertama kali terjun ke lomba robotik tingkat Internasional, Darrel berhasil kalahkan ratusan peserta lainnya di berbagai negara di Asia Tenggara.
Darrel tak sendiri, ia bersama timnya dari Jakarta dan Kediri, yang tergabung di Training Camp mereka yakni Kampong Robot.
Tim itu kemudian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu tiga anak tim pembuat robot pengolahan hasil panen, dua anak pembuat robot pengantaran hasil panen, dan Darrel sebagai pembuat robot pengangkut hasil panen.
“Jadi, dalam ajang ini saya dan teman lainnya mewakili Indonesia di kategori pertanian, membuat tiga robot yang bisa melakukan pengangkutan, pengantaran dan pengolahan hasil pertanian itu sendiri. Tidak menyangka bisa meraih juara, apalagi melihat milik Malaysia yang dibuat oleh anak TK, itu cukup membuat saya pesimis,” ungkap Darrel dalam keterangan yang dikutip PanganNews.id, Selasa, 3 Juli 2023.
Darrel menceritakan, robot yang ia ciptakan diberi nama Subak. Nama yang terinspirasi dari sistem pengairan sawah yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali.
Cara kerja robot Subak terbilang canggih karena mampu mendeteksi keberadaan hasil panen lewat benturan yang nantinya langsung terotomatis diangkat olehnya.
“Lewat robot Subak, kemudahan akan dirasakan oleh dunia pertanian. Selain memangkas waktu proses pengangkutan hasil panen, tapi juga mampu mengganti Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia pertanian itu sendiri,” papar Darrel.
Ia menuturkan, dunia robotik baru ia geluti untuk ajang ini lewat ekskul robotik bersama Ustadz Pandu Ganggadata yang ia ikuti di pesantren. Pasalnya, Darrel sebelumnya lebih tertarik dan lebih mendalami dunia pemograman, atau disebut juga dengan coding.
Darrel mengaku kemampuan ini didominasi lewat proses otodidak, belajar melalui youtube atau website teknologi yang ia ikuti.
“Awal tertarik dengan dunia ini saya melihat pameran teknologi, berawal dari tertaik, senang dan sekarang jadi digeluti mendalam,” katanya.
Kini, anak kelahiran Bali 17 juni 2010 ini tengah terus bersiap dengan mengasah kemampuannya untuk ajang-ajang robotik Internasional lainnya, seperti tahun depan di Korea dan Thailand.
“Buat saya, ajang-ajang ini bukan mencari prestasinya tapi pengalamannya. Sebelumnya, saya pun sudah membuat beberapa website dan ini yang juga akan saya pelajari lebih dalam. Karena saya punya mimpi untuk membuat sosial media yang ramah dan senang digunakan anak-anak Indonesia,” tutup dia.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.