PanganNews.id, Bogor - Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC IPB University) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan PT. Industri Nabati Lestari (PT. INL) menggelar Workshop Hilirisasi Minyak Sawit Menjadi Oleokimia Potensi dan Tantangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian workshop yang diadakan di tiga kota, termasuk Bogor, Medan, dan Balikpapan.
Workshop di Medan akan berlangsung pada 31 Oktober 2023, sementara Workshop di Balikpapan dijadwalkan pada tanggal 7 November 2023.
"Minyak kelapa sawit tetap menjadi salah satu komoditas terkemuka Indonesia dalam meningkatkan pendapatan negara," kata Dr. Andi Cahyo Nugroho, Direktur Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC IPB University).
Menurut data Ditjenbun (2022), luas perkebunan kelapa sawit pada tahun 2022 mencapai 15,38 juta hektar dengan total produksi CPO (Crude Palm Oil) mencapai 48,24 juta ton dan produksi PKO (Palm Kernel Oil) sebesar 9,65 juta ton.
CPO dan PKO merupakan bahan baku yang berpotensi diolah menjadi berbagai produk oleokimia. Selain memberikan sumbangan devisa, industri kelapa sawit juga menciptakan lapangan pekerjaan yang besar dengan menyerap 4,53 juta tenaga kerja petani.
"Kegiatan workshop ini juga merupakan komitmen dari industri perkebunan kelapa sawit untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor hilirisasi yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan," kata Ketua Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Joko Santoso.
Komoditas kelapa sawit termasuk dalam 10 kelompok komoditas unggulan Indonesia yang ditingkatkan oleh pemerintah untuk mendorong proses hilirisasi dan meningkatkan daya saingnya.
Hilirisasi industri kelapa sawit, terutama untuk industri yang berorientasi ekspor, menjadi sangat penting mengingat pertumbuhan impor pada tahun 2019 sebesar 7,1%, yang masih melampaui pertumbuhan ekspor sebesar 6,3%. Melalui usaha hilirisasi industri kelapa sawit,.
Diharapkan dapat meningkatkan pendapatan devisa dari kelapa sawit dan memberikan nilai tambah pada produk kelapa sawit yang bisa dinikmati oleh semua pemangku kepentingan di Indonesia.
"Hilirisasi oleokimia adalah industri yang mengolah produk industri kilang menjadi produk antara oleokimia/oleokimia dasar hingga produk jadi seperti surfaktan dan emulsifier yang memiliki banyak aplikasi," jelas Dr. Andi Cahyo Nugroho.
Kegiatan Workshop ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang produk oleokimia berbasis minyak sawit yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia.
Tujuannya juga mencakup mendapatkan informasi tentang penyediaan teknologi berbasis minyak kelapa sawit, memahami pasar produk oleokimia berbasis kelapa sawit di dalam dan luar negeri, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam pengembangan industri oleokimia berbasis kelapa sawit di Indonesia.
Workshop ini diharapkan juga memberikan wawasan bagi masyarakat dan industri kelapa sawit terkait pengembangan produk turunan minyak sawit, terutama dalam bidang oleokimia.
"Sebagai salah satu pemain utama dalam industri oleokimia berbasis kelapa sawit, kami sangat mendukung inisiatif ini. Kami berharap workshop ini akan membantu dalam mengidentifikasi produk dan teknologi terbaru yang dapat membantu kami terus berkembang dalam industri ini," kata Bapak Budi Hartono, Direktur PT. Industri Nabati Lestari (PT. INL).
Workshop ini diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam menjalankan hilirisasi minyak sawit di Indonesia, menciptakan sinergi antara penelitian, industri, dan pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dalam industri oleokimia berbasis kelapa sawit.
Penulis : Ajat Nicko
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.