PanganNews.id, Bogor - Desa Selawangi, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini menjadi pusat produksi talas ungu terkemuka untuk ekspor, dengan penjualan mencapai 3 ton per hari.
Menurut Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Selawangi, Irfan, setiap pagi, puluhan warga Desa Selawangi, yang sebagian besar ibu-ibu, turun ke lereng gunung untuk membudidayakan talas ungu atau colocasia esculenta di kebun seluas 5 hektare milik Bumdes.
"Tanaman talas dicabut satu persatu, kemudian dibuang bagian tanah yang menempel pada akar dan dibersihkan," kata dia,
Setiap panen menghasilkan 3 ton talas ungu, dengan biaya produksi Rp 100 juta, mencapai omzet Rp 340 juta.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 50 juta dialokasikan untuk Bumdes.
Tentang kualitas talas ungu, Irfan menyatakan, keistimewaan talas ungu dari pratama 3 dan pratama 2 ini terletak pada kelembutannya. Talas ini juga bermanfaat bagi penderita penyakit gula dan dapat diolah menjadi tepung tapioka.
Mia, seorang petani talas ungu, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan upah Rp 80.000 per hari.
"Uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Normalnya, berat satu buah talas mencapai 5 kilogram," tambahnya.
Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.