Teguh Fajar, Si Petani Milenial Punya Mimpi Bangun Pertanian Terpadu Berbasis IoT

Jurnalis Pangannews

Rabu, 28 Pebruari 2024 19:10 WIB

news
Penerapan pertanian terpadu yang diusung oleh Fajar merupakan integrasi sistem pertanian yang menyatukan beberapa sektor. (Dok pribadi)

PanganNews.id, Ratamba- Petani milenial Teguh Fajar Santosa memiliki impian besar untuk mengubah wajah pertanian Indonesia melalui konsep pertanian terpadu dengan penerapan teknologi Internet of Things (IoT).

"Konsep Internet untuk Segala adalah dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer," ungkap Fajar, Rabu 28 Februari 2024.

Penerapan pertanian terpadu yang diusung oleh Fajar merupakan integrasi sistem pertanian yang menyatukan beberapa sektor.

Seperti pertanian, peternakan, dan sektor lainnya, dengan tujuan meningkatkan produktivitas lahan dan konservasi lingkungan.

Fajar menjelaskan bahwa penerapan IoT membutuhkan perangkat yang mampu mengubah kondisi lingkungan menjadi data, seperti sensor, kamera, lampu, pintu otomatis, dan lain sebagainya.

Data yang dikumpulkan oleh perangkat IoT tersebut akan diolah oleh komputer untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan.

"Mimpi saya adalah menciptakan percontohan pertanian modern bagi pemuda di Indonesia, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga efisien dalam penggunaan tenaga dan bahan baku," kata Fajar, yang juga merupakan mahasiswa di Universitas Terbuka.

Namun, perjalanan Fajar untuk mencapai posisinya saat ini sebagai seorang petani dan pemimpin muda dalam bidang pertanian tidaklah mudah.

Berjuang melawan ketidakmampuan finansial keluarganya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah atas, Fajar akhirnya memutuskan untuk mempelajari bidang pertanian, suatu pilihan yang dianggap kontroversial oleh orang tuanya dan masyarakat pedesaan.

Prestasi Fajar sebagai Pemuda Pelopor Pangan tingkat Provinsi dan Nasional pada tahun 2023 telah memberinya tanggung jawab moral untuk menginspirasi pemuda lainnya untuk terlibat dalam sektor pertanian.

"Melalui gelar kepeloporan ini, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menggerakkan rekan-rekan pemuda agar turut berperan dalam pengembangan pertanian," ungkap Fajar dalam sebuah wawancara video dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Saat ini, Fajar merasa prihatin dengan kurangnya minat generasi muda untuk terlibat dalam pertanian, sementara populasi terus meningkat dan lahan pertanian semakin sempit.

"Ada 7 miliar manusia yang harus diberi makan," katanya.

Tanpa ragu, Fajar memutuskan untuk membangun kawasan pertanian terpadu di Ratamba, kawasan dataran tinggi Dieng, kabupaten Banjarnegara.

"Pada lahan 2.000 meter persegi bahkan bisa ditingkatkan menjadi 1 hektar, dibangun pertanian terpadu, kawasan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan (lokasi), berbasis IoT," jelasnya.

Fajar berharap bahwa kawasan pertanian ini tidak hanya akan menjadi contoh bagi pertanian modern di Indonesia, tetapi juga menjadi tempat belajar bagi pemuda dari seluruh penjuru negeri.

"Kawasan ini akan menjadi tempat di mana pemuda dapat belajar dan mengaplikasikan pertanian modern, sehingga dapat diterapkan di daerah masing-masing," tambahnya.

Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...