PanganNews.id, Wonosobo - Hasil panen bawang putih petani desa Kapencar Kabupaten Wonosobo mampu melampaui rata-rata nasional.
Dalam satu hektar lahan di Wonosobo, mampu menghasilkan 7,97 ton. Sedangkan rata-rata produksi nasional berkisar di 6 ton perhektar.
Hal itu diungkapkan Kabid Hortikultura, Dinas Pangan Perikanan dan Pertanian (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo, Sumanto
"Alhamdulillah kita melakukan panen bawang putih di Desa Kapencar. Hasilnya diatas rata-rata nasional yaitu mendapatkan hasil 7,97 ton perhektar, sementara rata-rata produksi nasional itu adalah 6 ton perhektar," kata dia saat panen bawang putih di Desa Kapencar, belum lama ini.
Momen ini, kata dia, cukup menggembirakan, selain hasil panen yang baik.
Ditambah lagi dengan adanya jaminan harga dari pihak out teker sebagai mitra kelompok tani yang ada, dengan menjamin harga terendah namun bisa meberikan keuntungan bagi para petani tersebut.
"Dengan hasil ini diharapakan pendapatan petani juga lebih meningkat, karena dari para out teker sendiri juga sudah menjamin harga terendah tujuh ribu rupiah, dari harga terendah tujuh ribu ini para petani sudah bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan," ungkap dia.
Sumanto mencontohkan dari lahan 1.600 m² yang dipanen hari ini, taksasi perhitunganya menghasilkan 1,27 ton.
Jika dihitung dengan harga terendah Rp 7.000, maka dapat memperoleh hasil sebesar Rp 8.890.000, sementara prediksi biaya tanam yang dikeluarkan petani berkisar 5 sampai 6 juta rupiah, jadi masih bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih sebesar 3 juta rupiah.
"Dari lahan 1.600 m², taksasi hasil kita mendapatkan 1,27 ton, dengan harga Rp 7.000 tadi maka akan diperoleh hasil Rp 8.890.000, sementara prediksi biaya tanam tadi 5 sampai 6 juta rupiah, jadi masih bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih sebesar 3 jutaan," katanya.
Dibalik kegembiraan atas panen, pemilik lahan panen dari kelompok tani Semangat Karya, Selamet menyampaikan keluhanya terhadap kestabilan harga yang dialami para petani.
"Sehubungan pasca panen bawang putih kami berharap di desa kami bisa kembali seperti dulu lagi, dulu disini itu menjadi centra bawang putih Pak, jadi setiap lahan disini ditanami bawang putih semua, tapi kenapa semakin kesini semakin menurun untuk patok harga, harapan kami kalau harga stabil seperti ini insyaalloh tahun depan lebih banyak lagi yang menanam," kata Selamet.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.