Pangannews.id - Meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak mikroplastik terhadap kesehatan, para peneliti menyarankan perubahan kebiasaan minum untuk mengurangi asupan mikroplastik.
Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di Genomic Press yang disiarkan Medical Daily, para ahli mengungkapkan bahwa mikroplastik kini dapat ditemukan di hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari makanan, air, hingga udara yang kita hirup.
Mikroplastik, partikel kecil plastik berukuran kurang dari 5 milimeter, telah tersebar luas di lingkungan, mencemari banyak sumber daya alam. Para peneliti mencatat bahwa meskipun menghilangkan paparan mikroplastik sepenuhnya sangat sulit, ada cara-cara yang lebih praktis untuk mengurangi asupannya, khususnya dari sumber yang paling signifikan.
Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa mengganti air minum dalam kemasan dengan air keran yang disaring dapat mengurangi asupan mikroplastik dari 90.000 partikel menjadi hanya 4.000 partikel per tahun.
Ini menjadikan perubahan kebiasaan minum sebagai salah satu intervensi yang berdampak besar dalam mengurangi paparan mikroplastik.
Namun, meskipun langkah ini bisa mengurangi asupan mikroplastik secara signifikan, para peneliti menekankan bahwa belum jelas apakah perubahan ini dapat mengurangi akumulasi mikroplastik dalam jaringan tubuh manusia dalam jangka panjang.
Selain dari air minum kemasan, mikroplastik juga dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan laut, alkohol, serta makanan yang diproses berlebihan. Oleh karena itu, makalah ilmiah tersebut juga memberikan sejumlah saran praktis lainnya untuk mengurangi paparan mikroplastik.
Di antaranya adalah menghindari kebiasaan memanaskan makanan dalam wadah plastik, yang dapat melepaskan hingga 4,22 juta partikel mikroplastik per sentimeter persegi.
Penggunaan kantong teh yang mengandung mikroplastik juga sebaiknya dihindari, begitu pula dengan kebiasaan menyimpan makanan dalam wadah plastik. Selain itu, memilih makanan utuh dibandingkan makanan kaleng atau yang diproses secara berlebihan dapat mengurangi risiko terpapar mikroplastik.
Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat terjadi melalui udara, dengan manusia berisiko menghirup hingga 62.000 partikel mikroplastik setiap tahun. Sebagai langkah pencegahan, para peneliti menyarankan penggunaan filter High-Efficiency Particulate Air (HEPA) yang dapat menyaring hingga 99,97 persen partikel sekecil 0,3 mikron di udara.
Meskipun usia tidak berpengaruh terhadap akumulasi mikroplastik dalam tubuh, peneliti mencatat bahwa paparan mikroplastik seiring waktu dapat berkurang secara alami melalui proses alami tubuh, seperti keringat, urine, dan feses.
Melalui pendekatan-pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi paparan mikroplastik, yang diyakini berpotensi berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker dan demensia.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.