Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Makanan yang Kita Makan Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bagikan
Makanan yang kita makan bisa pengaruhi kesehatan mental. (Foto : Pixabay)
Makanan yang kita makan bisa pengaruhi kesehatan mental. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Konsumsi makanan olahan kembali menjadi sorotan dunia medis. Profesor neurobiologi dari Stanford University, Andrew Huberman, menyatakan bahwa apa yang dikonsumsi sehari-hari dapat berdampak signifikan terhadap kondisi kesehatan mental seseorang.

“Gagasan bahwa apa yang kita makan dapat mempengaruhi suasana hati dan kesehatan mental kita bukanlah hal yang mengejutkan,” ujar Huberman, seperti dikutip dari Hindustan Times.

Namun, menurut Huberman, temuan ilmiah terbaru menunjukkan hubungan yang kuat antara konsumsi makanan olahan dengan gangguan mental.

Ia menambahkan, perubahan pada mitokondria, bagian sel yang berfungsi sebagai pembangkit energi, kemungkinan menjadi penghubung biologis antara pola makan dan kondisi mental.

Dalam sebuah siniar yang tayang pada 4 April 2025 bersama Dr. Chris Palmer, psikiater dari Harvard University, Huberman menekankan pentingnya memilih makanan dengan tingkat pengolahan yang rendah.

“Ada banyak data yang menunjukkan bahwa makanan dengan proses pengolahan minimal lebih baik untuk kesehatan mental,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa temuan tersebut bersifat korelatif, artinya belum bisa disimpulkan sebagai sebab-akibat secara langsung.

“Ada banyak faktor gaya hidup lain yang mungkin berperan, termasuk tingkat stres, aktivitas fisik, dan lingkungan sosial,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Chris Palmer mengungkapkan data mengejutkan dari studi besar yang melibatkan lebih dari 300.000 orang. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang jelas dan konsisten antara konsumsi makanan ultra-proses dan kesehatan mental yang menurun.

“Di antara mereka yang mengonsumsi makanan ultra-proses beberapa kali sehari, 58 persen melaporkan memiliki kesehatan mental yang buruk,” kata Palmer.

Sebaliknya, hanya 18 persen dari mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi makanan ultra-proses yang mengalami masalah serupa. Makanan jenis ini umumnya minim serat dan tinggi kandungan gula, garam, serta lemak.

 

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal