Pangannews.id - Harga beras di Jepang melonjak ke rekor tertinggi, mencapai 4.233 yen atau sekitar 30 dolar AS (sekitar Rp495.990) per 5 kilogram dalam pekan yang berakhir pada Minggu (27/4/2025).
Kenaikan ini menandai level tertinggi selama 17 pekan berturut-turut dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut data Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang yang dirilis Rabu (7/5/2025), harga rata-rata beras di sekitar 1.000 supermarket di seluruh negeri naik 13 yen dibandingkan pekan sebelumnya. Ini menjadi rekor baru sejak pencatatan harga beras dimulai pada Maret 2022.
Kenaikan harga ini terjadi meskipun pemerintah Jepang telah melepas cadangan beras nasional dalam jumlah besar.
Sebanyak 212.132 ton beras didistribusikan melalui dua putaran lelang pada Maret, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menstabilkan pasokan di pasar.
Namun, distribusi beras hasil lelang ke tingkat eceran dinilai belum optimal. Media setempat melaporkan bahwa hanya sebagian kecil dari cadangan yang berhasil sampai ke rak-rak supermarket.
Hal ini membuat harga eceran tetap tinggi dan menyulitkan konsumen, terutama rumah tangga dengan pendapatan terbatas.
Pemerintah Jepang belum mengumumkan langkah tambahan, tetapi tekanan terhadap stabilitas harga pangan domestik diperkirakan akan terus meningkat jika pasokan tidak segera diperbaiki.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.