Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Menteri Transmigrasi Apresiasi Inovasi Bawang Garing Khas Sigi

Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara saat mengunjungi salah satu usaha lokal unggulan yang menghasilkan produk khas Kabupaten Sigi yakni bawang garing di daerah itu. (Foto : Antara/Moh Salam)
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara saat mengunjungi salah satu usaha lokal unggulan yang menghasilkan produk khas Kabupaten Sigi yakni bawang garing di daerah itu. (Foto : Antara/Moh Salam)

Pangannews.id - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengapresiasi masyarakat transmigran dan lokal di Desa Oloboju, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, atas keberhasilan mereka mengembangkan produk lokal unggulan berupa bawang garing.

Produk ini merupakan hasil olahan dari bawang batu yang dikenal lebih gurih dan renyah dibandingkan jenis bawang lainnya.

“Kami menemukan sebuah fakta bahwa kita harus bersyukur kepada Allah SWT yang sudah memberikan karunia karena setiap lokasi itu ternyata memiliki kekhasannya masing-masing,” ujar Iftitah saat kunjungan kerjanya di Desa Oloboju, Sabtu (7/6/25).

Salah satu tokoh inspiratif di balik inovasi ini adalah Dodi, seorang transmigran asal Solo. Ia berhasil menggerakkan ekonomi lokal dengan memberdayakan petani setempat untuk mengolah bawang batu menjadi bawang garing, yang sebelumnya dikenal dengan sebutan bawang goreng Palu. Produk ini kini telah di-rebranding menjadi “Bawang Garing Sigi”.

“Di Sigi, kondisinya cukup solid dan harmonis antara transmigran dan warga lokal. Pak Dodi memanfaatkan keunikan bawang batu di daerah ini untuk menciptakan produk khas yang lebih gurih dan kriuk,” kata Iftitah.

Saat ini, terdapat satu rumah produksi bawang garing di kawasan transmigrasi Desa Oloboju. Rumah produksi tersebut menjadi salah satu usaha lokal unggulan yang berpotensi menjadi ikon baru Kabupaten Sigi.

“Produk ini menjadi kebanggaan daerah dan memiliki peluang besar berkembang hingga ke pasar nasional,” tambahnya.

Mentrans menekankan bahwa rasa dan kualitas bawang batu sangat bergantung pada lokasi tanam.

“Jika ditanam di tempat lain, cita rasanya berbeda. Ini menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki potensi unik yang harus kita gali dan kembangkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Iftitah juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat transmigrasi serta mendorong kemajuan daerah melalui penguatan ekonomi lokal, sosial, dan spiritual.

Ia menyebutkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan Kementerian Transmigrasi pada 2025, antara lain Trans Tuntas untuk penyelesaian persoalan lahan, Trans Karya Nusa untuk pengembangan industri berbasis potensi lokal, serta Trans Gotong Royong sebagai bentuk sinergi antar-kementerian dan lembaga dalam pembangunan kawasan transmigrasi.

“Harapannya semua program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan transmigran, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat lokal di sekitar kawasan transmigrasi, termasuk para petani di Kabupaten Sigi,” tutupnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal