Pangannews.id - Bagi penderita gangguan pencernaan seperti asam lambung, minum kopi bukan hal yang sepenuhnya terlarang. Dengan memilih jenis kopi yang tepat serta mengatur waktu dan cara konsumsinya, mereka tetap bisa menikmati secangkir kopi tanpa khawatir memperburuk gejala.
Staf Penelitian dan Pengembangan Minuman Excelso, Ade Herlambang, menjelaskan bahwa penderita asam lambung sebaiknya memilih kopi arabika dibanding robusta karena memiliki kadar kafein yang lebih rendah. Meski sama-sama memiliki tingkat keasaman, arabika dianggap lebih bersahabat bagi lambung.
"Untuk teman-teman yang memiliki asam lambung, lebih baik konsumsi arabika. Walaupun asam, tapi kadar kafeinnya cukup rendah," ujar Ade, dikutip dari Antara.
Kafein yang terlalu tinggi, lanjut Ade, berisiko memicu iritasi lambung dan memperparah gejala. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan takaran konsumsi. Ia menyarankan agar penderita asam lambung membatasi konsumsi kopi maksimal satu cangkir kecil per hari.
Selain jenis kopi dan jumlahnya, pola minum kopi juga berperan besar. Ade menegaskan bahwa minum kopi saat perut kosong dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Sebaiknya, kopi dikonsumsi setelah sarapan atau makan ringan.
Campuran dalam kopi juga tidak bisa diabaikan. Penggunaan gula berlebihan atau susu tinggi lemak dapat memperberat kerja lambung. Sebagai alternatif yang lebih aman, Ade merekomendasikan susu rendah lemak, oat milk, atau almond milk.
Waktu minum pun menjadi perhatian penting. Konsumsi kopi pada malam hari tidak hanya berpotensi memperburuk asam lambung, tetapi juga bisa mengganggu kualitas tidur.
“Sebaiknya hindari malam, selain tidak baik untuk lambung juga bisa memengaruhi jam tidur,” jelas Ade.
Dengan pengaturan yang tepat, para penderita asam lambung tetap dapat menikmati kopi sebagai bagian dari rutinitas harian, tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.