Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Lonjakan Diabetes Picu Desakan Wajib Label ‘Tinggi Gula’ di Minuman Berpemanis

Bagikan
Lonjakan diabetes picu desakan wajib label ‘tinggi gula’ di minuman berpemanis. (Foto : Pixabay)
Lonjakan diabetes picu desakan wajib label ‘tinggi gula’ di minuman berpemanis. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia mendorong pemerintah mempercepat penerapan label “Tinggi Gula” pada minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

Ketua Fakta Indonesia, Ari Subagyo Wibowo, menilai kebijakan itu mendesak untuk menekan kenaikan kasus diabetes di Indonesia.

Ari mengatakan peringatan visual yang jelas akan membantu konsumen mengenali produk tinggi gula sebelum membeli.

“Label tinggi gula harus segera dikaji dan diterapkan demi melindungi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Fakta Indonesia mendukung langkah Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang tengah mengkaji penerapan label tersebut.

Menurut Ari, tren konsumsi gula terus meningkat dan berdampak pada berbagai penyakit tidak menular.

Survei Fakta Indonesia dan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) terhadap 117 pasien gagal ginjal mencatat mayoritas responden mengidap Diabetes Melitus Tipe 2 yang salah satunya dipicu konsumsi MBDK.

Data International Diabetes Federation (IDF) 2024 menunjukkan jumlah penderita diabetes di Indonesia diproyeksikan menembus 20,4 juta jiwa.

Konsumsi gula nasional juga mencapai 7,6 juta ton pada 2024–2025. Sementara Susenas 2023 mencatat 67,21 persen masyarakat masih mengonsumsi MBDK.

Ari menyebut label peringatan tinggi gula sudah diterapkan di sejumlah negara seperti Meksiko, Peru, Chile, Kanada, hingga Brasil. Efeknya dinilai signifikan karena mudah dipahami dan mendorong masyarakat memilih minuman yang lebih sehat.

“Ini saatnya pemerintah memberi perlindungan penuh dari risiko MBDK. Biaya kesehatan diabetes tidak kecil,” kata Ari.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal