Pangannews.id - Kebiasaan memasak nasi dalam jumlah banyak untuk stok makan sehari-hari dinilai praktis oleh banyak orang. Namun, cara penyimpanan yang keliru justru dapat memicu risiko gangguan kesehatan akibat kontaminasi bakteri.
Nasi yang sudah dimasak tidak boleh dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan. Kondisi itu dapat memicu pertumbuhan bakteri yang menghasilkan racun berbahaya. Hal tersebut diungkap dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri asal Maryland, Amerika Serikat, Kunal Sood.
“Jika nasi yang sudah dimasak dibiarkan pada suhu ruangan, spora dapat berkembang dan menghasilkan racun langsung di dalam makanan,” ujar Sood, seperti dikutip dari Hindustan Times.
Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa memanaskan ulang nasi dapat membuatnya kembali aman dikonsumsi. Padahal, nasi sering mengandung spora bakteri yang mampu bertahan dalam suhu tinggi saat proses memasak.
“Pemanasan ulang memang bisa membunuh bakteri, tetapi racun yang sudah terbentuk belum tentu hilang,” kata Sood.
Akibatnya, nasi yang terlihat dan berbau normal tetap berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan. Gejala yang muncul umumnya terjadi dengan cepat, mulai dari 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi, seperti mual dan muntah.
Sood menyebutkan, risiko kontaminasi meningkat dalam beberapa kondisi, di antaranya ketika nasi didinginkan terlalu lama, dibiarkan di luar lemari es lebih dari dua jam, disimpan selama berhari-hari, atau dipanaskan berulang kali.
Meski demikian, ia juga mengungkapkan bahwa nasi yang disimpan di lemari es dapat mengalami perubahan pati menjadi pati resisten, yang berfungsi sebagai serat. Jika dipanaskan kembali dengan benar, nasi tersebut bahkan dapat membantu menjaga kestabilan gula darah.
“Pencegahan itu semua soal waktu dan suhu,” ujarnya.
Untuk meminimalkan risiko, Sood menyarankan agar nasi yang sudah dimasak segera didinginkan setelah matang. Nasi sebaiknya dipindahkan ke wadah tertutup dan dimasukkan ke lemari es dalam waktu maksimal satu jam, pada suhu sekitar 4 derajat Celsius.
Ia juga menyarankan agar nasi dikonsumsi dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah dimasak, serta hanya dipanaskan ulang satu kali hingga benar-benar panas dan beruap.
Dengan pengelolaan yang tepat, risiko keracunan makanan akibat nasi basi dapat ditekan. “Cara penyimpanan yang benar menjadi kunci agar makanan tetap aman dan layak konsumsi,” tutup Sood.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.