Kemarau 2026 Berpotensi Perkuat Lumbung Ikan di Selatan Jawa

Pers Pangannews

Selasa, 24 Maret 2026 12:00 WIB

news
Kemarau 2026 berpotensi perkuat lumbung ikan di Selatan Jawa. (Foto : KKP)

Pangannews.id - Prediksi musim kemarau yang datang lebih awal pada April 2026 menjadi perhatian peneliti oseanografi. Meski identik dengan ancaman kekeringan di daratan, periode tersebut justru dinilai dapat meningkatkan kesuburan laut melalui fenomena upwelling yang berpotensi mendorong lonjakan stok ikan.

Peneliti Ahli Utama Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Pranowo, menjelaskan awal musim kemarau biasanya ditandai menguatnya angin timuran. Angin ini mendorong massa air permukaan menjauh dari pantai, lalu digantikan oleh air dingin dari lapisan bawah laut yang kaya nutrien.

"Massa air yang terangkat ini membawa 'pupuk alami' berupa nitrat dan fosfat. Ketika mencapai permukaan yang kaya sinar matahari, terjadi fotosintesis masif oleh fitoplankton. Inilah yang mendasari peningkatan produktivitas primer laut kita," ujarnya pada Senin, (16/3/2026), dikutip dari laman resmi BRIN.

Air yang terangkat ke permukaan membawa unsur hara seperti nitrat dan fosfat. Ketika bertemu intensitas cahaya matahari tinggi, fitoplankton berkembang pesat dan meningkatkan produktivitas primer laut. Kondisi tersebut kemudian memicu peningkatan rantai makanan hingga menarik ikan dalam jumlah lebih besar.

Kajian sebelumnya menunjukkan perairan selatan Jawa memiliki fenomena upwelling semi permanen yang dikenal sebagai Semi-permanent Java Coastal Upwelling atau RATU. Intensitasnya dipengaruhi dinamika musiman serta variabilitas iklim global.

Data riset tersebut diperoleh melalui pemantauan, termasuk penggunaan teknologi Argo Float yang mampu merekam profil suhu dan salinitas hingga kedalaman 2.000 meter.

Hasil analisis menunjukkan pengangkatan lapisan thermocline selama proses upwelling menjadi indikator penting untuk memetakan daerah penangkapan ikan. Wilayah selatan Jawa hingga Nusa Tenggara tercatat sebagai habitat penting bagi migrasi dan pemijahan ikan ekonomis seperti tuna sirip biru selatan, cakalang, dan tuna mata besar.

BRIN memperkirakan pertumbuhan fitoplankton mulai terjadi pada April–Mei 2026, meningkat pada Juni, dan mencapai puncak pada Juli–Agustus. Kondisi ini berpotensi menarik ikan pelagis kecil dalam jumlah besar, termasuk lemuru di Selat Bali.

Fenomena tersebut juga dapat semakin kuat apabila El Nino terjadi pada 2026. Penguatan upwelling tidak hanya terjadi di selatan Jawa, tetapi berpotensi meluas ke sejumlah perairan Indonesia lainnya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...