Selasa, 24 Maret 2026 12:31 WIB
Pangannews.id - Komoditas udang nenek atau udang ketak mulai menjadi andalan nelayan pesisir di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Nilai jual yang tinggi serta permintaan pasar yang luas membuat komoditas ini dinilai mampu memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Indragiri Hilir, Eko Rahdippa, mengatakan udang nenek merupakan salah satu potensi perikanan daerah yang terus dikembangkan. Menurutnya, komoditas tersebut memiliki peluang pasar besar dan dapat meningkatkan pendapatan nelayan.
“Udang nenek memiliki nilai ekonomis tinggi dan peluang pasar yang besar, baik di dalam maupun luar daerah. Komoditas ini bisa menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Eko.
Udang nenek banyak ditemukan di perairan pesisir dan muara, terutama di Kecamatan Concong, Kuala Indragiri, Mandah, dan Tanah Merah. Musim penangkapan biasanya berlangsung pada November hingga Maret dengan produksi harian mencapai sekitar 2.000 hingga 5.000 ekor.
Nelayan menangkap udang tersebut menggunakan jaring rampus saat air pasang. Selain itu, penangkapan juga dilakukan secara manual ketika air surut dengan mencari di lubang persembunyian, yang dikenal oleh nelayan sebagai metode numbur.
Dalam aktivitas tersebut, nelayan juga kerap memperoleh tangkapan tambahan seperti kerang dan ikan sembilang.
Harga udang nenek di tingkat nelayan tergolong tinggi. Untuk ukuran besar, harga berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per ekor, sedangkan ukuran lebih kecil dijual sekitar Rp60 ribu hingga Rp100 ribu per ekor. Komoditas ini telah dipasarkan ke Batam, Jakarta, hingga Singapura.
Eko menambahkan Kecamatan Concong menjadi sentra penangkapan terbesar dengan produksi relatif stabil sepanjang musim. Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong peningkatan kualitas hasil tangkapan serta penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.
Editor : Adi Permana
Senin, 30 Maret 2026 10:50 WIB
Selasa, 24 Maret 2026 12:00 WIB
Jumat, 20 Maret 2026 13:23 WIB
Senin, 09 Maret 2026 12:34 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...