5 jam yang lalu
Pangannews.id - Sagu didorong menjadi komoditas unggulan Papua dengan nilai tambah tinggi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai hilirisasi menjadi kunci agar sagu tak hanya bertahan sebagai pangan tradisional, tetapi juga berkembang sebagai bahan baku industri.
Dorongan itu mengemuka dalam Festival Sagu 2026 yang digelar pada 24–26 April di halaman Kantor Gubernur Papua. Kegiatan ini mempertemukan peneliti, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga UMKM untuk mempercepat pengembangan sagu dari hulu hingga hilir.
Selama ini, sagu menjadi sumber pangan utama masyarakat Papua. Namun, pemanfaatannya dinilai masih terbatas, padahal komoditas ini berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari pangan olahan hingga bahan baku industri farmasi dan material ramah lingkungan.
Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, mengatakan kolaborasi menjadi faktor penting dalam mempercepat hilirisasi sagu.
“Sagu memiliki potensi besar sebagai komoditas strategis nasional. Kolaborasi antara peneliti, industri, dan pemerintah daerah diperlukan untuk mempercepat hilirisasi,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BRIN.
BRIN sendiri telah mengembangkan sejumlah inovasi, di antaranya produk mi sagu bebas gluten serta pemanfaatan sagu untuk kebutuhan industri. Hasil riset tersebut diarahkan agar dapat dikomersialisasikan dan masuk ke pasar yang lebih luas.
Melalui festival ini, BRIN juga membuka peluang investasi dan mempertemukan pelaku usaha dengan hasil riset yang siap diterapkan. Sejumlah produk olahan sagu dipamerkan, disertai demonstrasi teknologi pengolahan.
“Tujuannya agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi bisa dimanfaatkan dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” pungkas Agus.
Editor : Adi Permana
Minggu, 26 April 2026 11:49 WIB
Minggu, 26 April 2026 11:28 WIB
Kamis, 23 April 2026 12:08 WIB
Kamis, 23 April 2026 11:59 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...