5 jam yang lalu
Pangannews.id - Deretan kedai kopi terus bertambah di Kota Tangerang. Namun di tengah persaingan itu, satu kedai memilih cara berbeda untuk menarik perhatian, yakni dengan membuka kelas belajar kopi gratis bagi masyarakat.
Di Kopi Rajawali Jaya, pengunjung tak hanya datang untuk minum kopi. Setiap Senin pagi, kedai ini berubah menjadi ruang belajar, tempat peserta mengenal kopi dari dasar hingga praktik langsung.
Pemilik kedai, Lo Cun Hi atau Sahasin, mengatakan ide tersebut bermula dari permintaan seorang pelanggan.
“Awalnya ada yang ingin anaknya belajar tentang kopi. Dari situ saya coba buka kelas kecil, lalu berkembang,” ujarnya.
Kelas ini terbuka untuk umum. Pesertanya beragam, dari pelajar hingga orang dewasa yang ingin memahami kopi lebih dalam, baik untuk usaha maupun sekadar hobi.
Berbeda dengan pelatihan formal, pendekatan yang digunakan cenderung santai. Peserta tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga langsung mencoba.
“Di sini bukan cuma teori, tapi langsung praktik supaya lebih mudah dipahami,” kata Sahasin, dikutip dari laman resmi Pemkot Tangerang.
Materi yang diberikan mencakup hal mendasar, seperti mengenali karakter biji kopi. Arabika dikenal memiliki rasa lebih asam, sedangkan Robusta cenderung lebih pahit dan kuat.
Usaha Lama, Pendekatan Baru
Kopi Rajawali Jaya sendiri bukan nama baru. Usaha ini sudah berjalan sejak 1990-an dan berakar dari bisnis keluarga yang telah menjual kopi sejak 1970-an di Tangerang.
Seiring waktu, kedai ini berkembang menjadi salah satu penyedia biji kopi dengan pilihan cukup lengkap dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa, Bali, Flores, Toraja hingga Wamena.
Ragam produk yang ditawarkan juga berlapis, dengan harga mulai dari kisaran Rp80 ribu hingga Rp1 juta per kilogram, tergantung jenis dan kualitas.
“Ada banyak pilihan, dari yang terjangkau sampai yang premium,” ujarnya.
Tak hanya melayani pembeli individu, kedai ini juga menjadi pemasok bagi sejumlah warung kopi dan kedai di Tangerang.
Selain kelas gratis, Kopi Rajawali Jaya juga menyediakan ruang berkumpul bagi pecinta kopi. Tempat ini kerap dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman hingga berdiskusi soal kopi.
Menurut Sahasin, kelas gratis ini bukan sekadar tambahan layanan, tetapi bagian dari cara memperkenalkan kopi lebih dekat ke masyarakat.
“Kami ingin orang mengenal kopi lebih dalam, bukan hanya sebagai minuman,” pungkasnya.
Editor : Adi Permana
Selasa, 21 April 2026 14:37 WIB
Sabtu, 18 April 2026 15:07 WIB
Rabu, 15 April 2026 10:47 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...