Senin, 13 April 2026 10:37 WIB
Pangannews.id - Lonjakan tajam harga minyak dunia terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar bereaksi cepat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pemblokiran Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.
Data perdagangan menunjukkan, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni melonjak hingga menembus 102 dolar AS per barel. Kenaikan ini setara hampir 8 persen dibanding penutupan sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 8,2 persen ke level 104,51 dolar AS per barel.
Kenaikan tersebut terjadi pada perdagangan Minggu (12/4/2026) malam waktu GMT atau Senin pagi WIB. Pasar menilai ancaman gangguan pasokan dari kawasan Teluk sebagai faktor utama yang mendorong reli harga.
Dilansir dari Antara, situasi memanas setelah upaya diplomasi antara AS dan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Negosiasi yang digelar di Islamabad, Pakistan, sejak Sabtu (11/4/2026) gagal mencapai titik temu meski sebelumnya sempat diwarnai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Wakil Presiden AS J.D. Vance yang memimpin delegasi Washington mengakui kebuntuan tersebut. “Pembicaraan berlangsung panjang, namun tidak menghasilkan kesepakatan konkret,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Kegagalan itu langsung direspons keras oleh Trump. Ia mengumumkan bahwa AS akan memblokade seluruh kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz, termasuk kapal yang diduga membayar kepada Iran untuk akses jalur tersebut.
Langkah tersebut diperkuat oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyatakan siap menjalankan operasi blokade. Militer AS dijadwalkan mulai menghentikan seluruh lalu lintas maritim menuju dan keluar dari pelabuhan Iran pada Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia. Ancaman gangguan di kawasan ini kerap memicu gejolak harga energi global.
Editor : Adi Permana
Senin, 06 April 2026 12:36 WIB
Senin, 06 April 2026 11:58 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...