Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Pers Pangannews

18 jam yang lalu

news
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Pangannews.id - Pemerintah memutuskan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga energi global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan keputusan tersebut telah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto usai agenda kunjungan luar negeri beberapa waktu lalu.

“Sudah ada arahan Presiden, harga BBM subsidi tidak dinaikkan sampai akhir tahun. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat (17/4/206).

Ia memastikan kondisi pasokan energi nasional masih dalam batas aman. Cadangan BBM, baik solar, bensin, maupun LPG, disebut berada di atas ambang minimum sehingga belum ada tekanan untuk melakukan penyesuaian harga.

Di sisi anggaran, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih realistis. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang masih di bawah asumsi APBN memberi ruang bagi negara untuk mempertahankan subsidi tanpa tekanan berlebih.

“Selama ICP masih terkendali, kita punya ruang untuk menjaga harga tetap stabil,” ujar Bahlil.

Namun, ketergantungan terhadap impor energi masih menjadi pekerjaan rumah. Dari total kebutuhan BBM nasional sekitar 1,6 juta barel per hari, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar sepertiganya. Sisanya harus dipenuhi melalui impor.

Kondisi ini mendorong pemerintah membuka peluang kerja sama internasional, termasuk dengan Rusia, guna memperkuat ketahanan energi jangka panjang. Kerja sama tersebut tidak hanya menyasar pasokan minyak mentah, tetapi juga pembangunan infrastruktur seperti kilang dan fasilitas penyimpanan.

“Ada pembicaraan soal investasi kilang dan storage. Ini sedang dimatangkan,” pungkas Bahlil.

Editor : Adi Permana

 


Kolom Komentar

You must login to comment...