Pertamina Lirik Afrika untuk Pasokan Minyak di Tengah Konflik Timur Tengah

Pers Pangannews

16 jam yang lalu

news
Pertamina lirik Afrika untuk pasokan minyak di tengah konflik Timur Tengah. (Foto : Ilustrasi)

Pangannews.id - Memanasnya konflik di Timur Tengah mendorong perubahan strategi pasokan energi Indonesia. PT Pertamina mulai memperluas sumber impor minyak mentah ke berbagai kawasan, termasuk Afrika, guna mengantisipasi gangguan distribusi global.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya risiko pada jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perusahaan tidak ingin bergantung pada satu kawasan pasokan di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.

“Kami terus mencari sumber alternatif untuk memastikan pasokan energi tetap aman, termasuk dari Afrika dan negara lain yang sudah menjadi mitra,” ujar Baron, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG agar tidak terganggu oleh dinamika global. Untuk itu, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam memantau perkembangan situasi internasional.

“Kami lakukan monitoring secara intens dan memastikan distribusi energi bagi masyarakat tetap berjalan,” katanya.

Diversifikasi sumber impor dinilai menjadi langkah penting, mengingat ketergantungan Indonesia terhadap minyak dari Timur Tengah masih cukup besar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya menyebut sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan tersebut.

Kondisi itu membuat pemerintah dan Pertamina harus menyiapkan skenario alternatif jika terjadi gangguan pasokan, termasuk membuka peluang kerja sama dengan negara-negara baru.

Selain Afrika, Pertamina juga menjajaki berbagai sumber lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat ketahanan energi nasional.

“Semua opsi kami buka. Tidak hanya satu kawasan, tapi global,” pungkas Baron.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...