Rabu, 08 April 2026 11:22 WIB
Pangannews.id - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan pada periode 8–14 April 2026. Kenaikan ini terjadi baik pada petani swadaya maupun mitra plasma, seiring membaiknya harga komoditas turunan sawit di pasar.
Dinas Perkebunan Riau mencatat, harga TBS petani swadaya naik sebesar Rp39,23 per kilogram atau 0,99 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, harga TBS kini menembus Rp4.007,05 per kilogram.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, mengatakan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun.
“Kenaikan harga TBS pekan ini dipengaruhi oleh naiknya harga jual minyak sawit mentah (CPO) dan kernel, sehingga berdampak pada peningkatan harga TBS yang diterima petani,” ujar Defris, dikutip dari Antara, Rabu (8/4/2026).
Ia merinci, harga crude palm oil (CPO) mengalami kenaikan sebesar Rp271,48 per kilogram menjadi Rp16.041,67 per kilogram. Sementara itu, harga kernel juga naik Rp306,32 per kilogram menjadi Rp15.760,00 per kilogram.
Tak hanya petani swadaya, kenaikan juga terjadi pada TBS mitra plasma. Untuk periode yang sama, harga TBS plasma naik Rp124,79 per kilogram atau 3,16 persen menjadi Rp4.075,41 per kilogram.
Kenaikan tersebut turut dipengaruhi oleh harga jual CPO yang meningkat Rp507,28 per kilogram menjadi Rp16.041,67 per kilogram. Adapun harga kernel tercatat naik Rp268,07 per kilogram menjadi Rp15.760,00 per kilogram.
Defris menambahkan, pihaknya terus melakukan pembenahan tata kelola dalam penetapan harga TBS agar lebih transparan dan berkeadilan bagi seluruh pihak, baik perusahaan maupun petani.
“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya serius dari seluruh pemangku kepentingan yang didukung Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen ini diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” katanya.
Editor : Adi Permana
Rabu, 15 April 2026 13:39 WIB
Rabu, 15 April 2026 10:36 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...