17 jam yang lalu
Pangannews.id - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menuai sorotan. Satuan Tugas (Satgas) setempat menemukan puluhan dapur penyedia makanan belum memenuhi standar operasional.
Ketua Satgas MBG Pamekasan, Sukriyanto, menyebutkan sebanyak 45 dari total 117 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terindikasi bermasalah berdasarkan hasil pemantauan bersama Badan Gizi Nasional dalam sepekan terakhir.
“Ini sesuai dengan hasil pemantauan bersama yang kami lakukan bersama BGN dalam sepekan terakhir ini,” kata Sukriyanto.
Temuan di lapangan didominasi persoalan kebersihan dapur yang belum sesuai standar, serta proses penyajian makanan yang dinilai kurang hati-hati. Selain itu, kualitas sumber daya manusia juga menjadi catatan.
“Banyak juru masak yang kinerjanya kurang baik, sehingga perlu ada peningkatan kapasitas,” ujarnya.
Atas temuan tersebut, BGN merekomendasikan agar pengelola SPPG memberikan pelatihan teknis kepada para pekerja, terutama terkait tata cara memasak dan penyajian makanan yang higienis.
Satgas bersama BGN juga telah melayangkan teguran langsung kepada pengelola SPPG yang bermasalah. Mereka diminta segera melakukan perbaikan, terutama pada aspek kebersihan dan standar dapur.
“Intinya, kami meminta agar pengelola SPPG terus meningkatkan pelayanan. Dapur yang belum sesuai standar harus segera diperbaiki,” kata Sukriyanto.
Selain itu, persoalan infrastruktur juga ditemukan. Dua SPPG di Kecamatan Pademawu, yakni di Desa Murtajih dan Desa Buddagan, diketahui belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Akibatnya, operasional kedua SPPG tersebut untuk sementara dihentikan oleh BGN hingga fasilitas IPAL tersedia.
“Untuk yang belum memiliki IPAL, operasionalnya dihentikan sementara sampai persyaratan terpenuhi,” pungkasnya.
Editor : Adi Permana
Rabu, 15 April 2026 13:39 WIB
Rabu, 15 April 2026 10:36 WIB
Selasa, 14 April 2026 10:05 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...