Senin, 06 April 2026 12:36 WIB
Pangannews.id - Harga minyak dunia kembali menguat pada awal pekan, Senin (6/4/2026), di tengah berlanjutnya konflik Iran dan Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Pembatasan jalur distribusi di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga.
Minyak mentah Brent tercatat naik US$1,71 atau 1,6 persen menjadi US$110,74 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$0,71 atau 0,6 persen ke level US$112,25 per barel.
Kenaikan harga terjadi seiring pembatasan lalu lintas tanker di Selat Hormuz sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu. Jalur tersebut merupakan rute vital ekspor minyak dari negara-negara produsen utama seperti Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Lonjakan harga sebenarnya sudah terlihat pada perdagangan sebelumnya. Kamis pekan lalu, harga WTI melonjak lebih dari 11 persen dan Brent naik hampir 8 persen, mencatat kenaikan harian terbesar sejak 2020. Penguatan tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan melanjutkan serangan terhadap Iran.
Di tengah kekhawatiran pasokan, kilang minyak global mulai mencari sumber alternatif dari kawasan lain, termasuk Pantai Teluk Amerika Serikat dan Laut Utara Inggris. Persaingan mendapatkan pasokan baru pun meningkat.
"Pembeli global bersaing agresif untuk mendapatkan pasokan dari Pantai Teluk AS dan harga Brent naik lebih cepat," demikian catatan analis dari Schork Group dikutip Reuters.
Meski demikian, data pelayaran menunjukkan sebagian kapal masih dapat melintasi Selat Hormuz. Sejumlah tanker milik Oman, kapal kontainer Prancis, hingga kapal pengangkut gas dari Jepang dilaporkan tetap melintas. Kondisi ini mencerminkan akses terbatas yang masih diberikan Iran kepada negara tertentu.
Di sisi lain, peluang meredanya ketegangan masih terbatas. Iran dilaporkan menolak upaya gencatan senjata dan tidak bersedia menghadiri pertemuan dengan pejabat AS dalam mediasi yang direncanakan di Islamabad, Pakistan.
Kelompok produsen minyak OPEC+ juga telah menyepakati peningkatan produksi sebesar 206 ribu barel per hari pada Mei. Namun tambahan pasokan tersebut dinilai belum cukup meredakan tekanan pasar karena sejumlah negara produsen masih menghadapi gangguan produksi akibat konflik.
Editor : Adi Permana
Senin, 06 April 2026 11:58 WIB
Kamis, 02 April 2026 09:46 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...