Kamis, 02 April 2026 11:48 WIB
Pangannews.id - Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi untuk mengolah air limbah yang tercemar logam berat, khususnya tembaga. Inovasi tersebut memanfaatkan karbon aktif yang dimodifikasi melalui iradiasi gamma dan bahan tambahan yang lebih ramah lingkungan.
Logam berat seperti tembaga banyak berasal dari aktivitas industri dan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Selain bersifat toksik, logam tersebut juga sulit terurai secara alami sehingga membutuhkan metode pengolahan yang efektif dan berkelanjutan.
Dalam penelitian tersebut, karbon aktif sebagai material penyaring ditingkatkan performanya dengan mencampurkan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES). Bahan ini dikenal lebih mudah terurai dan dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan kimia konvensional.
Material kemudian diproses menggunakan iradiasi gamma untuk memperbaiki struktur permukaan dan meningkatkan daya serap terhadap logam berat.
Ketua tim riset Poltek Nuklir BRIN, Dhita Ariyanti, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk menghadirkan solusi praktis dalam pengolahan air limbah industri.
“Kami mengembangkan metode untuk meningkatkan kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat. Hasilnya menunjukkan potensi yang baik untuk diterapkan dalam pengolahan air limbah, terutama karena prosesnya relatif cepat dan efisien. Namun demikian, masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus diselesaikan demi meningkatkan kinerja penyerapan limbah karbon aktif melalui inovasi teknologi radiasi,” ujar Dhita, Selasa (31/3/2026), seperti dikutip dari laman resmi BRIN.
Hasil pengujian menunjukkan karbon aktif yang telah dimodifikasi mampu menyerap logam tembaga lebih cepat dibandingkan karbon aktif biasa. Kondisi optimal diperoleh pada waktu kontak 15 menit dengan dosis iradiasi gamma 10 kGy, yang menghasilkan kapasitas adsorpsi lebih tinggi.
Dosen Poltek Nuklir lainnya, Deny Swantomo, menjelaskan iradiasi gamma berperan penting dalam mengubah struktur material hingga tingkat mikro sehingga meningkatkan kemampuan penyerapan.
“Iradiasi gamma memungkinkan perubahan struktur material hingga tingkat mikro, sehingga karbon aktif memiliki lebih banyak ruang dan situs aktif untuk menangkap logam berat. Ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk mendukung solusi lingkungan,” kata Deny.
Selain meningkatkan efektivitas, metode tersebut juga dinilai mampu mempercepat proses pengolahan air, sehingga berpotensi diterapkan pada sektor industri yang membutuhkan sistem pengolahan cepat. Penelitian masih terus dikembangkan untuk menyempurnakan teknologi sebelum diterapkan secara luas.
Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk pengolahan limbah industri, tetapi juga untuk mendukung penyediaan air bersih sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 28 Maret 2026 13:10 WIB
Rabu, 04 Maret 2026 15:04 WIB
Senin, 02 Maret 2026 13:40 WIB
Jumat, 27 Februari 2026 10:56 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...