Senin, 02 Maret 2026 13:40 WIB
Pangannews.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat memperdalam kolaborasi untuk mendorong hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti di laboratorium atau jurnal ilmiah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Kepala BPOM Taruna Ikrar dan Kepala BRIN Arif Satria di kantor BPOM, Jumat (27/2/2026) lalu. Pertemuan itu dihadiri pula sejumlah pimpinan organisasi riset di lingkungan BRIN yang membidangi kesehatan, bahan baku obat, hingga vaksin.
Dalam diskusi tertutup, Taruna menekankan pentingnya model kolaborasi yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah. Skema ini dinilai strategis untuk mempercepat transformasi hasil riset menjadi produk yang bisa diproduksi massal dan berdaya saing.
Menurut dia, BPOM selama ini telah menjalin ratusan kerja sama dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi. Namun, ia menilai kolaborasi dengan BRIN perlu ditingkatkan agar proses riset, uji klinis, hingga perizinan berjalan lebih terintegrasi.
“BPOM siap memberikan pendampingan sejak tahap pra-pasar, termasuk asistensi regulasi agar hasil penelitian memenuhi standar keamanan dan mutu sebelum memperoleh izin edar,” ujarnya.
Ia juga menyatakan dukungan percepatan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), khususnya untuk produk biologi seperti vaksin, sel punca, dan radiofarmaka.
Usai pertemuan, rombongan BRIN diajak meninjau sejumlah fasilitas pengawasan dan pengujian di lingkungan BPOM, termasuk pusat kendali pengawasan serta laboratorium pengujian nasional.
Sementara itu, Arif Satria menegaskan penguatan sinergi dengan BPOM menjadi bagian dari strategi memperkokoh kedaulatan kesehatan nasional. Salah satu fokus yang dibahas ialah percepatan pengembangan fitofarmaka berbasis bahan alam Indonesia.
Menurut dia, peningkatan jumlah produk herbal yang naik kelas menjadi fitofarmaka dapat menekan ketergantungan terhadap obat impor sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya lokal.
“Selain obat berbasis herbal, kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan vaksin. BRIN tengah menyiapkan riset vaksin meningitis dan menjajaki kerja sama internasional untuk pengembangan vaksin kanker,” kata Arif.
Ia menilai dukungan regulasi dan pengawasan dari BPOM menjadi elemen penting agar inovasi tersebut dapat diproduksi dan dimanfaatkan secara luas.
Editor : Adi Permana
Rabu, 04 Maret 2026 15:04 WIB
Jumat, 27 Februari 2026 12:05 WIB
Jumat, 27 Februari 2026 10:56 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...