7 jam yang lalu
Pangannews.id - Populasi ikan sapu-sapu yang terus meningkat di aliran sungai kawasan Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai dikeluhkan warga. Selain mendominasi hasil tangkapan pemancing, ikan tersebut juga dinilai mengancam keberadaan ikan lokal di sungai.
Kondisi itu mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang menggelar gerakan pembersihan ikan sapu-sapu di aliran sungai Kelurahan Kauman, Kamis (7/5/2026).
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang Hermanto mengatakan ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang perkembangannya sangat cepat dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.
“Populasi ikan sapu-sapu yang terus meningkat dapat mengancam ikan lokal dan merusak ekosistem sungai,” kata Hermanto.
Dalam kegiatan itu, 60 personel diterjunkan untuk menyisir beberapa titik sungai, mulai dari wilayah Kelurahan Kauman hingga kawasan kompleks kabupaten.
Pembersihan melibatkan sejumlah instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup, DPUPR, Satpol PP, Satpol Airud Polres Batang, Pos TNI AL, pemerintah kelurahan, hingga komunitas masyarakat.
Petugas menemukan ikan sapu-sapu dengan ukuran beragam, mulai sekitar 200 gram hingga hampir satu kilogram per ekor. Setelah dikumpulkan, ikan-ikan tersebut rencananya dimusnahkan dengan cara dibakar agar tidak kembali menyebar ke aliran sungai.
Selain mengganggu habitat ikan lokal, ikan sapu-sapu juga disebut tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena berpotensi mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.
Lurah Kauman Suryandaru mengatakan kegiatan pembersihan dilakukan setelah banyak warga mengeluhkan populasi ikan sapu-sapu yang semakin mendominasi sungai di kawasan tersebut.
Menurut dia, para pemancing kini lebih sering mendapatkan ikan sapu-sapu dibanding ikan lokal yang dulu banyak ditemukan di sungai.
“Warga merasa ikan lokal semakin berkurang karena sungai dipenuhi ikan sapu-sapu,” ujarnya.
Warga juga khawatir terhadap perilaku ikan sapu-sapu yang membuat lubang di tanggul sungai. Kondisi itu dikhawatirkan memicu erosi dan merusak bantaran sungai jika dibiarkan terus berkembang.
Editor : Adi Permana
Rabu, 06 Mei 2026 11:10 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...