Kementan Dorong Hilirisasi Pertanian Desa, PKM UNAS Hadirkan Pendampingan di Tiga Desa Cisarua

Pangannews.id

4 jam yang lalu

news
Kementan Dorong Hilirisasi Pertanian Desa, PKM UNAS Hadirkan Pendampingan di Tiga Desa Cisarua. (Foto: dok. Kementan)

PanganNews.id – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan Program Studi Magister Administrasi Publik Universitas Nasional (UNAS) pada 5–6 Juni 2026 di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang juga dilaksanakan di Desa Cipayung dan Desa Cilember tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa melalui pendidikan, pendampingan, serta penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik UNAS, Dr. Zulmasyhur, mengatakan bahwa pelaksanaan PKM tahun ini dirancang dengan pendekatan yang berbeda di setiap desa agar program yang dijalankan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami membagi mahasiswa ke tiga desa dengan treatment yang berbeda-beda. Harapannya dapat membangun desa sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Zulmasyhur.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Hotman Fajar Simanjuntak, menyerahkan bantuan berupa berbagai jenis benih hortikultura dalam kemasan sachet serta 1.000 eksemplar buku pedoman pertanian untuk mendukung kegiatan PKM di Desa Kopo.

Menurut Hotman, dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

“Kampus bukan hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami memberikan benih sachet yang dapat langsung dibagikan dan ditanam oleh masyarakat, serta buku pedoman pertanian untuk menunjang kegiatan budidaya sekaligus meningkatkan minat baca warga Desa Kopo,” katanya.

Hotman menambahkan, bantuan benih tersebut juga sejalan dengan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang saat ini terus didorong Kementerian Pertanian guna meningkatkan ketersediaan pangan dan gizi keluarga.

“Pemberian bantuan benih sachet ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Pekarangan Pangan Bergizi. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan secara produktif sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga dan desa,” ujarnya.

Selain aspek budidaya, Hotman juga menekankan pentingnya pengembangan hilirisasi dan pemasaran hasil pertanian. Ia mendorong Pemerintah Desa Kopo untuk lebih aktif membuka akses pasar bagi petani lokal.

“Kami berharap pemerintah desa dapat menggerakkan petani agar lebih produktif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Hasil pertanian perlu didata, disertifikasi, dan dipromosikan, termasuk kepada restoran maupun pelaku usaha di sekitar kawasan wisata Cisarua. Dengan demikian, nilai tambah produk meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terdongkrak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kementerian Pertanian dan Universitas Nasional kepada masyarakat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan Universitas Nasional yang telah memilih Desa Kopo sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dukungan pengetahuan, pendampingan, dan bantuan yang diberikan sangat kami butuhkan untuk mendukung pembangunan desa, khususnya di sektor pertanian dan peternakan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Desa Kopo memiliki antusiasme tinggi untuk belajar dan meningkatkan kapasitas dalam mendukung ketahanan pangan desa.

“Banyak petani dan peternak yang hadir hari ini siap menimba ilmu. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti dalam dua hari pelaksanaan saja, tetapi dapat terus berlanjut melalui pendampingan dan evaluasi yang berkesinambungan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama UNAS, Prof. Ernawati Sinaga, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian terhadap pelaksanaan PKM.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan yang diberikan. Kami percaya bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat akan menghasilkan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” ujar Prof. Ernawati.

Lebih lanjut, Prof. Ernawati mengungkapkan bahwa UNAS berkomitmen menjadikan Desa Kopo sebagai desa binaan untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Dengan menjadikan Desa Kopo sebagai desa binaan, seluruh program studi di Universitas Nasional dapat berkontribusi melalui penelitian dan program pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang pertanian dan ketahanan pangan,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAS, Dr. Aos Firdaus, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa.

“Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa Magister Administrasi Publik UNAS merupakan bentuk nyata penerapan teori yang dipelajari di kampus ke dalam praktik di lapangan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mematangkan pemahaman akademiknya melalui pengalaman langsung bersama masyarakat,” kata Dr. Aos.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Universitas Nasional, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kecamatan Cisarua diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat desa, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat lokal. (*/Adv)


Kolom Komentar

You must login to comment...