Kamis, 15 Desember 2022 13:13 WIB
PanganNews.id Jakarta - Tanaman salak masih berkerabat dengan kelapa, batang tanaman salak tertutup oleh pelepah daun yang tersusun rapat. buah salak tersusun rapat bergerombol dalam tandan yang muncul dari ketiak-ketiak pelepah daun. Buah yang berbentuk bulat atau bulat telur terbalik dengan bagian pangkalnya berbentuk runcing kulitnya seperti sisik ular. tidak heran tanaman salak (Salacca zalacca) ini juga dikenal dengan nama snake fruit.
Salah satu jenis salak yang populer adalah salak gula pasir. Salak jenis ini adalah merupakan kultivar salak Bali, berdasarkan peraturan daerah Karangasem, tanaman salak gula pasir merupakan maskot Karangasem, alasan menjadikan tanaman buah itu sebagai maskot Karangasem, karena sejumlah hal. Pertama, salak merupakan komoditi buah yang menjadikan Karangasem cukup terkenal, lokasi budidaya salak gula pasir berada di Desa Sibetan, kawasan agro kebun salak di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. Desa Sibetan, jaraknya sekitar 80 kilometer dari Kota Denpasar. Alasan kedua, salak gula pasir merupakan produk perkebunan yang sangat menjanjikan dari segi harga, salak gula pasir kerap dicari orang, baik untuk konsumsi maupun untuk oleh-oleh. Para tamu dari luar kota kerap diberikan buah tangan salak gula pasir, atau orang minta dibawakan oleh-oleh salak gula pasir. karena permintaan tinggi dan sampai kini ketersediaan masih terbatas, menjadikan harga salak gula pasir tak pernah jatuh.
Salak gula pasir ini lebih manis dibanding dua jenis lain, yaitu salak bali dan salak pondoh asal Yogyakarta, meski ukurannya paling mungil, bentuknya agak bulat dan terdapat semacam duri-duri kecil pada kulitnya, daging buahnya tebal dan tak diselimuti kulit ari. Salak ini dinamakan salak gula pasir, karena daging buahnya berwarna putih bersih, selain itu, juga karena rasanya sangat manis seperti gula pasir atau jauh lebih manis dibandingkan dengan rasa buah salak biasa, meski masih muda, daging buahnya sudah manis, karena itulah, salak gula pasir sangat disukai, selain manis, rasanya khas dan terasa sejuk.
Cita rasa istimewa salak gula pasir bali membuat buah ini begitu diminati konsumen, tidak hanya konsumen dalam negeri saja, saat ini bahkan telah berhasil menjangkau lebih jauh melalui ekspor, salak gula pasir menjadi komoditas ekspor yang digemari pasar luar negeri seperti Kamboja, Vietnam dan China.
Walaupun salak gula pasir dikenal berasal dari Karangasem, namun di Tabanan, tepatnya di wilayah Kebonjero, Desa Munduktemu, Pupuan, ternyata ada juga salak gula pasir dan bahkan buahnya lebih besar pada salak gula pasir pada umumnya dan rasanya juga manis, dan orang biasanya menyebut dengan salak madu.
Jika Anda tertarik mencoba rasa istimewa salak gula pasir, momen terbaik untuk bisa membeli oleh-oleh khas Bali ini dengan harga murah adalah pada musim panennya yang biasanya terjadi di bulan Desember-Februari. saat itu hasil panen buah salak melimpah sehingga masyarakat setempat juga mengembangkan produk olahan buah salak menjadi beraneka ragam jenis, seperti wine, dodol, kripik, syrup, dan manisan.
Kontributor : Ircham Riyadi
Sabtu, 02 Mei 2026 20:52 WIB
Sabtu, 02 Mei 2026 20:30 WIB
Jumat, 01 Mei 2026 15:49 WIB
Kamis, 30 April 2026 21:21 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...