Ikan Gabus Didorong Jadi Superfood Lokal, Ini Keunggulannya

Pers Pangannews

8 jam yang lalu

news
Ikan gabus memiliki keunggulan pada kandungan protein yang tinggi dan mudah dicerna, serta komposisi asam amino yang lengkap. (Foto : Halodoc)

Pangannews.id - Di tengah meningkatnya tren konsumsi pangan sehat, ikan gabus kembali mencuri perhatian. Komoditas air tawar ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis sumber daya lokal.

Peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Ekowati Chasanah, menyebut ikan gabus memiliki keunggulan pada kandungan protein yang tinggi dan mudah dicerna, serta komposisi asam amino yang lengkap.

“Ikan gabus sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan gizi, terutama bagi anak-anak maupun individu dalam masa pemulihan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BRIN.

Menurut Ekowati, salah satu komponen penting dalam ikan gabus adalah albumin. Senyawa ini berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta membantu proses transportasi zat penting dalam tubuh.

“Kombinasi albumin dengan asam amino seperti glisin, prolin, dan alanin berpotensi mendukung proses penyembuhan luka dan pemulihan pascaoperasi,” katanya.

Selain itu, ikan gabus juga mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti peptida dan asam lemak yang dinilai berpotensi memberikan manfaat tambahan, termasuk efek antihipertensi.

Potensi tersebut membuka peluang pemanfaatan ikan gabus tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bahan baku produk kesehatan berbasis pangan.

Namun demikian, kualitas nutrisi ikan gabus sangat dipengaruhi oleh proses penanganan, terutama setelah panen. Ekowati menekankan pentingnya metode pengolahan yang tepat untuk menjaga kandungan gizi tetap optimal.

“Pemanasan tidak langsung dapat menjadi salah satu metode untuk menjaga stabilitas senyawa aktif. Standarisasi berbasis riset sangat diperlukan,” ujarnya.

Dari sisi pengembangan industri, ikan gabus dinilai memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk, mulai dari ekstrak albumin hingga pangan siap konsumsi.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap sumber pangan bergizi.

“Pemanfaatan ikan gabus secara optimal bisa memperkuat industri pangan lokal sekaligus mendukung kemandirian pangan nasional,” kata Ekowati.

Meski peluang terbuka lebar, ia menilai pengembangan ikan gabus masih membutuhkan dukungan riset berkelanjutan, termasuk inovasi teknologi, uji keamanan, serta standarisasi mutu produk.

Kolaborasi antara peneliti, industri, dan pemerintah juga dinilai menjadi kunci agar hilirisasi produk berbasis ikan gabus dapat berjalan optimal.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk mendorong perubahan pola konsumsi ke arah pangan yang lebih sehat dan berbasis sumber daya lokal.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...