Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Warga Bandung Konsisten Olah Sampah jadi Pupuk Organik Kompos

Bagikan
Karang Taruna RW 15 menerapkan program Kang Pisman di rumah masing-masing sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih (Diskominfo Kota Bandung)
Karang Taruna RW 15 menerapkan program Kang Pisman di rumah masing-masing sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih (Diskominfo Kota Bandung)

PanganNews.id, Kota Bandung- Kelurahan Tamansari, Bandung Wetan, terus menunjukkan konsistensinya dalam mengolah sampah organik demi menjaga lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Salah satu langkah terpenting adalah produksi pupuk dari olahan sampah.

Lurah Tamansari, Dadang Sobandi, mengungkapkan bahwa pada tahun ini, Kelurahan Tamansari telah memiliki 114 komposter dengan volume masing-masing 200 liter.

Mereka juga memiliki biodigester dan mendapat dukungan bata terawang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

Peran aktif dari LPM, RT-RW, PKK, dan Karang Taruna juga sangat berarti dalam proses pengolahan sampah di wilayah ini.

"Kami bersama kelembagaan masyarakat bersama-sama mengajak kepada seluruh warga Tamansari untuk kiranya dapat memilah sampah organik," ujar Dadang Sobandi, Selasa 12 September 2023.

Dalam prosesnya Dadang menerangkan, masyarakat diminta untuk memilah sampah organik dan anorganik di masing-masing RW, yang kemudian akan diangkut oleh petugas sampah.

Hasil pengolahan sampah organik ini termasuk pupuk organik kompos dan pupuk cair yang dibagikan kembali kepada masyarakat.

Terlebih, Kelurahan Tamansari telah menjadi salah satu percontohan Kawasan Bebas Sampah (KBS), dengan RW 18 sebagai salah satu contohnya.

Meskipun masih dalam proses optimalisasi, warga secara aktif terlibat dalam pengolahan sampah, membantu memilah sampah sebelum proses pengangkutan," terangnya.

Dadang berharap bahwa kegiatan pengolahan sampah organik ini akan mendukung program Kang Pisman dan Buruan SAE, dengan hasil pengolahan sampah yang dijadikan pupuk untuk pertanian.

Sementara Camat Bandung Wetan, Tarya, memberikan apresiasi atas langkah-langkah Kelurahan Tamansari dalam pemilahan sampah organik. Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masalah sampah.

Tarya juga berharap agar pengolahan sampah dapat dilakukan di tingkat rumah tangga, mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Kegiatan ini juga mendapat dukungan antusiasme dari masyarakat Kelurahan Tamansari," imbuhnya.

Muhammad Ibnu dari Karang Taruna RW 15 Tamansari menyebut bahwa tahap awal pembiasaan adalah bagian tersulit dalam pemilahan sampah, tetapi dia mengajak warga Bandung untuk mulai menerapkan program Kang Pisman di rumah masing-masing sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih dan lestari.

"Ayo kita pilah sampah, supaya bumi kita tetap terjaga, supaya masalah polusi yang sekarang lagi ramai diperbincangkan di media sosial itu bisa kembali pulih. Kalau tidak dari sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita, mau siapa lagi?" tuntas dia.

Penulis: Ajat Nicko
Edtor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal