PanganNews.id, Aceh - Ribuan petani bawang merah di Kawasan Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh tak bisa menyembunyikan rasa kecewa bercampur murung.
Musababnya, para petani dibuat resah dengan harga bawang merah belakangan ini.
Sebut saja di Drosir Pante Teungoh, Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie.
Disana, harga bawang merah kualitas super berkisar antara Rp16.000 hingga 17.000 per kilogram.
Sedangkan harga bawang merah kuaitas standar dibanderol Rp15.000 per kilogram.
"Ini menjadi satu pilihan, setelah harga bawang merah terus anjlok. Mungkin dua atau tiga bulan ke depan harganya akan membaik. Apalagi berkaitan bulan Rabiul Awal dan musim kenduri Maulid," tutur petani bawang merah di Desa Ceurucok Timu, Kecamatan Simpang Tiga, Ainal Mardhiah.
Sayangnya keinginan ribuan petani bawang merah itu sirna ditelan pasar yang tidak terkontrol. Harapan dan suara mereka kepada pemerintah setempat untuk mengontrol pasar pupus tidak terhiraukan.
Di sinilah sangat perlu kehadiran pemerintah secara langsung, nyata dan tegas mengontrol agar tidak merugikan satu pihak hanya oleh persoalan harga.
"Kami berharap ada perhatian dan solusi dari pemerintah untuk mengatasi kekurangan air untuk lahan persawahan agar panen tetap berkelanjutan," pungkas dia.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.