Bukan Cuma Penyedia Makanan, SPPG Juga Bertanggung Jawab Tangani Limbah MBG

Pers Pangannews

Senin, 13 Januari 2025 16:27 WIB

news
Ilustrasi limbah makanan. (Foto : Waste4Change)

Pangannews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh pemerintah tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperhatikan pengelolaan limbah makanan.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Adita Irawati mengungkapkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai daerah, bertanggung jawab tidak hanya dalam penyediaan makanan, tetapi juga dalam penanganan limbah makanan sisa yang dihasilkan dari program tersebut.

Adita menjelaskan, SPPG memiliki tugas untuk mengelola limbah sisa makanan dengan prosedur yang telah ditetapkan. Setiap SPPG diimbau untuk menanggulangi limbah makanan dengan cara yang ramah lingkungan, serta memonitor implementasi pengelolaan limbah di lapangan.

"Selain limbah makanan disisir dan ditangani di lokasi-lokasi pembagian MBG seperti sekolah-sekolah, SPPG juga dibekali petunjuk teknis pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan," ujar Adita di Tangerang Selatan, Senin (13/1/2025).

Program MBG ini juga mendukung keberlanjutan dalam berbagai aspek, termasuk dalam hal pengelolaan limbah makanan. SPPG telah dilengkapi dengan prosedur penanganan limbah yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga memastikan bahwa limbah makanan yang dihasilkan dapat dikelola dengan cara yang tidak merusak lingkungan.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi pada pelaksanaan pertama MBG. Menurut Hasan, pemerintah mengoptimalkan kearifan lokal dalam menangani limbah dari program MBG.

"Dengan mengadopsi kearifan lokal, program ini dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi sumber bahan pangan yang ada di sekitar lokasi pelaksanaan," jelasnya.

Salah satu contoh penerapan kearifan lokal dapat dilihat dalam pelaksanaan program MBG di Kota Cimahi, Jawa Barat. Di daerah tersebut, suplai susu diperoleh dengan mudah karena adanya pabrik susu dan peternakan sapi perah di sekitar lokasi.

Selain itu, program ini juga memperhatikan pengelolaan limbah dengan menggunakan botol kaca untuk pengemasan susu, sehingga mengurangi limbah tambahan setelah konsumsi makanan.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...