Selasa, 24 Maret 2026 13:00 WIB
Pangannews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia masih ditandai suhu panas pada siang hari yang disertai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Pola cuaca kontras ini diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Dilansir dari laman resmi BMKG, pada periode 19–22 Maret 2026, suhu maksimum di sejumlah wilayah tercatat cukup tinggi. Banten dan Sumatra Utara mencapai 35,7 derajat Celsius.
Sementara Lampung, DKI Jakarta, dan Kalimantan Barat mencatat 35,2 derajat Celsius. Suhu maksimum juga terpantau di Papua Barat 34,9 derajat Celsius dan Jawa Timur 34,6 derajat Celsius.
BMKG menyebut suhu terasa lebih terik akibat berkurangnya tutupan awan serta lemahnya angin permukaan. Kondisi tersebut membuat radiasi matahari lebih optimal mencapai permukaan dan sirkulasi udara kurang efektif.
Di tengah suhu panas, hujan sedang hingga lebat masih terjadi di sejumlah daerah. Curah hujan tertinggi tercatat di Aceh mencapai 81,5 mm per hari, Sulawesi Tengah 56,5 mm, Papua Tengah 50,2 mm, Kalimantan Timur 48,8 mm, Sulawesi Selatan 47,2 mm, serta Sulawesi Tenggara 46,2 mm per hari.
Wilayah Jabodetabek juga mengalami hujan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan tertinggi tercatat di Depok mencapai 178 mm per hari. Sementara Jakarta Timur 67 mm, Jakarta Utara 60 mm, Jakarta Selatan 59,6 mm, Bogor 52,8 mm, Jakarta Pusat 40 mm, dan Bekasi 33,6 mm.
BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer seperti gelombang Rossby ekuatorial dan gelombang Kelvin, serta pola pertemuan angin yang mendukung pembentukan awan hujan. Pemanasan kuat pada siang hari turut mempercepat pertumbuhan awan konvektif.
Dalam sepekan ke depan, dinamika atmosfer skala global hingga lokal masih memengaruhi cuaca Indonesia. ENSO berada pada fase netral menuju La Nina lemah, sementara aktivitas Madden-Julian Oscillation diprakirakan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur.
Wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas hujan meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, hingga Papua Selatan.
BMKG juga mencatat pengaruh tidak langsung eks Siklon Tropis Narelle di pesisir barat Australia utara yang berpotensi meningkatkan kecepatan angin di Nusa Tenggara Timur, Laut Timor, dan sekitarnya, serta memicu daerah pertemuan angin di selatan Sulawesi hingga Maluku bagian selatan.
Untuk periode 24–26 Maret 2026, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, hingga Papua.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat di Lampung, Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan. Potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, serta sebagian wilayah Papua.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Perubahan cuaca yang cepat juga berpotensi mengganggu perjalanan, terutama menjelang periode libur Lebaran.
Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi suhu panas pada siang hari dengan mengurangi paparan sinar matahari langsung, mencukupi kebutuhan cairan, serta menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
Editor : Adi Permana
Senin, 30 Maret 2026 11:11 WIB
Senin, 30 Maret 2026 10:50 WIB
Sabtu, 28 Maret 2026 19:56 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 10:27 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...