Kemarau Panjang, Pemkot Tanjungpinang Bentuk Satgas Distribusi Air Bersih

Pers Pangannews

Senin, 30 Maret 2026 11:11 WIB

news
Ilustrasi air bersih. (Foto ; Pixabay)

Pangannews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, membentuk satuan tugas (Satgas) distribusi air bersih untuk mengantisipasi dampak kemarau yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Langkah ini diambil guna memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi di tengah minimnya curah hujan,

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan pembentukan satgas dilakukan agar penanganan kekurangan air dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.

“Pembentukan satgas bertujuan agar penanganan kebutuhan air bersih dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” kata Lis usai shalat istisqa di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Minggu (29/3/2026).

Ia menyebutkan, hasil koordinasi dengan BMKG Tanjungpinang menunjukkan hujan diperkirakan baru terjadi pada Mei 2026. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk opsi penetapan status siaga hingga tanggap darurat kekeringan.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemkot Tanjungpinang menyiagakan tujuh armada distribusi air bersih dengan kapasitas total 27 ton atau 27 ribu liter dalam satu kali pengiriman.

Distribusi diprioritaskan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah serta rumah ibadah yang terdampak kekurangan air.

Armada tersebut berasal dari BPBD Tanjungpinang, Dinas Sosial Tanjungpinang, BPBD Provinsi Kepulauan Riau, dan BPBPK Kepri. Pemerintah kota juga membuka kemungkinan penambahan armada dengan melibatkan kendaraan operasional milik organisasi perangkat daerah.

“Kami turut mengimbau masyarakat bijak menggunakan air, karena diperkirakan kemarau masih berjalan hingga akhir April 2026,” ujar Lis.

Pemkot juga membuka layanan permintaan distribusi air bersih bagi warga terdampak. Masyarakat dapat menghubungi nomor layanan satgas yang disiapkan pemerintah daerah. Hingga Maret 2026, total penyaluran air bersih untuk warga terdampak kekeringan telah mencapai 75 ton.

Selain kekurangan air, pemerintah kota juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah cuaca panas dan angin kencang. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran dan mengganggu distribusi air bersih.

“Dalam situasi seperti ini, BPBD dan tim satgas fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih. Karhutla yang sering terjadi, tentu akan mengganggu distribusi air bersih,” kata Lis.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...