Menkeu: Indonesia Aman dari Darurat Energi, Pasokan Masih Terjaga

Pers Pangannews

Rabu, 25 Maret 2026 15:42 WIB

news
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Pangannews.id - Pemerintah memastikan belum ada urgensi mengubah kebijakan fiskal maupun subsidi energi meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi energi domestik masih terkendali dan belum mengarah pada situasi darurat.

Ia mengatakan, indikator darurat energi lebih ditentukan oleh terganggunya pasokan, bukan semata lonjakan harga minyak. Hingga kini, suplai energi Indonesia masih tersedia sehingga pemerintah belum melihat alasan untuk mengambil langkah penyesuaian anggaran.

Purbaya juga menegaskan postur APBN 2026 masih cukup kuat untuk menahan tekanan kenaikan harga energi. Pemerintah memilih mempertahankan kebijakan yang ada sambil memantau perkembangan konflik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok minyak.

“APBN kita masih tahan. Saya enggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada, sampai titik yang mungkin nanti harga minyaknya tinggi sekali,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, perubahan kebijakan baru akan dipertimbangkan jika terjadi lonjakan harga yang signifikan atau pasokan energi mengalami gangguan. Selama kondisi tersebut belum terjadi, pemerintah menilai langkah penyesuaian masih terlalu dini.

Pernyataan itu disampaikan setelah Filipina menetapkan status darurat energi nasional akibat krisis pasokan bahan bakar yang dipicu konflik di Timur Tengah. Namun, kondisi Indonesia disebut berbeda karena ketersediaan energi masih aman.

Dari sisi asumsi makro, harga minyak mentah Indonesia (ICP) saat ini berada di kisaran 74 dolar AS per barel. Angka tersebut sedikit melampaui asumsi dalam APBN yang sekitar 70 dolar AS per barel, namun selisihnya dinilai masih dapat dikelola.

Purbaya menambahkan, pemerintah juga belum berencana mengubah kebijakan subsidi bahan bakar minyak dan tetap menunggu perkembangan situasi global.

Editor : Adi Permana

 


Kolom Komentar

You must login to comment...